Ketua Forkompeta Jatim, Syaifudin
Klikwarta.com, Surabaya – Langkah progresif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam mengelola konsesi tambang strategis terus menuai dukungan moral yang solid.
Latar belakang profesional KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin di industri minyak dan gas bumi (migas) dinilai menjadi jaminan mutu mutlak.
Ketua Forum Komunikasi Pengusaha Tambang (Forkompeta) Jawa Timur, Syaifudin, menegaskan bahwa rekam jejak mumpuni Gus Kikin di sektor energi akan membawa revolusi besar bagi kemandirian ekonomi umat.
Di bawah kepemimpinannya, tata kelola tambang PBNU diyakini bakal berjalan bersih, transparan, dan bebas dari praktik koruptif.
Menurut Syaifudin, dunia pertambangan nasional hari ini membutuhkan sentuhan manajemen korporasi yang kuat, bukan sekadar pendekatan organisasi tradisional. Pengalaman panjang Gus Kikin mengepalai perusahaan migas swasta adalah modal utama yang sangat berharga.
"Latar belakang profesional Gus Kikin di bidang migas itu menjadi nilai plus yang luar biasa. Beliau tahu persis bagaimana industri energi bekerja, dari regulasi hulu-hilir hingga manajemen risiko," ujar Syaifudin dalam keterangannya, Rabu (8/9/2026).
Syaifudin menambahkan, pengalaman korporasi tersebut akan mempermudah penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam struktur pengelola tambang PBNU. Hal ini sekaligus mematahkan keraguan publik terkait potensi salah kelola atau konflik kepentingan di internal organisasi.
Selain aspek bisnis, Forkompeta Jatim optimis komitmen moral Gus Kikin sebagai pengasuh pesantren akan menjaga pemanfaatan tambang ini tetap berada di jalur kemaslahatan umat.
"Kita tidak hanya bicara soal keuntungan materi semata. Ini tentang bagaimana hasil bumi ini benar-benar mengalir untuk kemandirian umat, pendidikan pesantren, dan kesejahteraan warga NU di akar rumput. Gus Kikin adalah figur kiai entrepreneur yang paling tepat," lanjut Syaifudin.
Integrasi antara pemahaman bisnis energi yang matang dan integritas moral yang tinggi dari cicit pendiri NU ini diyakini akan membuat tata kelola tambang PBNU menjadi role model atau percontohan baru di Indonesia.
Sektor pertambangan yang selama ini kerap diidentikkan dengan masalah lingkungan diharapkan bisa dikelola secara lebih hijau, bersih, dan berorientasi pada masyarakat lokal di bawah kepemimpinan baru ini.
Forkompeta Jatim pun menyatakan kesiapannya untuk mengawal dan mendukung penuh langkah taktis PBNU demi terwujudnya kedaulatan energi yang maslahat.
"Ini momentum pembuktian sejarah bahwa kader NU mampu mengelola aset strategis negara dengan sangat profesional dan bersih," pungkas Syaifudin.
(Kontributor : Arif)








