Dirjen Hubdat Aan Suhanan
Klikwarta.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mewakili pemerintah Indonesia sebagai Chairman dan host pertemuan ASEAN Land Transport Working Group (LTWG) mendorong untuk memperkuat kerja sama negara-negara ASEAN dalam sektor transportasi darat guna menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan menyampaikan, saat ini transportasi darat berada pada titik krusial, karena dianggap sebagai tulang belakang perdagangan domestik, rantai pasokan global, dan pergerakan ekonomi sehari-hari. Namun, dinamika global saat ini menunjukkan tantangan yang dihadapi tidak lagi dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan masing-masing negara.
“Selama beberapa tahun ke belakang, perubahan geopolitikal telah menghadapkan kita pada tantangan yang berat, seperti harga bahan bakar yang fluktuatif sebagai akibat dari terhambatnya perdagangan global, kelemahan transisi energi, dan perubahan iklim. Karena itu strategi nasional yang terisolasi tidaklah cukup, untuk melindungi rantai pasokan global dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi global, ASEAN harus merespons sebagai komunitas yang bersatu, terkoordinasi, dan mampu beradaptasi,” ucap Dirjen Aan saat memberikan sambutan pembukaan pertemuan The 35th ASEAN Land Transport Working Group (LTWG), di Jakarta, Kamis (6/8).

Dirjen Aan mengatakan negara-negara ASEAN perlu membangun ekosistem transportasi darat yang lebih tangguh dengan mengedepankan efisiensi, konektivitas, meningkatkan standar keselamatan, keberlanjutan, hingga modernisasi transportasi di tengah ketidakpastian global. Pengembangan ekosistem transportasi darat tersebut merupakan upaya untuk dapat bertahan dalam menghadapi perkembangan di masa mendatang
“Pelaksanaan pertemuan ini sangatlah tepat karena menunjukkan kesempatan kita untuk mempercepat implementasi ASEAN Transport Sectoral Plan (ATSP) 2026-2030 yang berisikan peta jalan terperinci untuk upaya bersama selama lima tahun mendatang. ATSP mengarahkan kita untuk memperkuat konektivitas regional melalui sistem transportasi darat yang lebih aman, lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Aan melanjutkan, ke depannya kerja sama sektor transportasi darat di ASEAN tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga transformasi digital hingga mobilitas yang berkelanjutan. Hal tersebut sesuai dengan agenda pembahasan dalam pertemuan ini, mulai dari pembahasan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk kendaraan otonom, digitalisasi transportasi publik, sistem transportasi cerdas dan ramah lingkungan, efisiensi bahan bakar, serta pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD).
“ATSP juga mendorong kita untuk memperhitungkan masa depan mobilitas. Terlepas dari pembangunan infrastruktur, kerja sama kita diharapkan dapat terus bertumbuh dan berfokus pada transformasi digital, inovasi teknologi, keberlanjutan lingkungan, dan inklusivitas transportasi,” katanya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Hubdat selaku chairman dalam pertemuan ini, Yusuf Nugroho juga menyampaikan hal serupa, bahwa pertemuan LTWG ini merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen negara-negara ASEAN dalam mengimplementasikan ATSP 2026-2030, sebagai kelanjutan dari Kuala Lumpur Transport Strategic Plan (KLTSP) 2016-2025.
Ia mengungkapkan pertemuan ini membahas berbagai program prioritas sektor transportasi darat yang menjadi perhatian bersama, di antaranya:
1. Mendukung pengembangan dan operasionalisasi jaringan perkeretaapian;
2. Mendukung pengembangan dan pemeliharaan ASEAN Highway Network (AHN);
3. Mengurangi angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas setidaknya sebesar 50% antara tahun 2020 hingga 2030; dan
4. Melaksanakan berbagai program kegiatan dalam kerangka inisiatif strategis transportasi berkelanjutan.
“Dengan semangat Komunitas ASEAN serta kerja sama ASEAN dengan para Mitra Dialog dan Asosiasi Transportasi, saya yakin kita akan menghasilkan pembahasan yang produktif dan pada akhirnya melahirkan hasil yang bermakna serta bermanfaat bagi seluruh pihak,” kata Yusuf.
Selain itu, Indonesia turut menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda transportasi bersama ASEAN, salah satunya melalui implementasi Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUNK). Dirjen Aann mengatakan, hal tersebut merupakan kontribusi untuk keberlangsungan kerja sama regional di ASEAN dalam memperkuat ekosistem transportasi darat.
“Kami terus memperkuat keselamatan jalan melalui implementasi RUNK, memperluas pemakaian Intelligent Transport Systems (ITS) untuk meningkatkan pengaturan lalu lintas dan efisiensi angkutan barang, modernisasi layanan transportasi publik yang terintegrasi dan lebih berkelanjutan, serta mempercepat transisi transportasi rendah emisi, termasuk pembangunan ekosistem kendaraan listrik,” pungkasnya.
(Kontributor : Arif)








