Foto bersama
Klikwarta.com, Jatim - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil langkah berani untuk mengubah wajah ekonomi Pulau Garam.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan kesiapannya menjadi pengusul resmi pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura kepada pemerintah pusat.
Khofifah menegaskan bahwa langkah ini merupakan implementasi dari prinsip pembangunan yang merata. Ia tak ingin ada wilayah di Jawa Timur yang tertinggal dalam arus industrialisasi. Oleh karena itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak diperintahkan langsung untuk mematangkan aspek teknokratis dan administratif agar persyaratan di tingkat pusat segera terpenuhi.
"KEK bukan sekadar magnet investasi, melainkan perisai ekonomi. Ini soal proteksi dan transformasi. Kita ingin ekosistem tembakau dan industri turunannya tumbuh di sini, sehingga nilai tambahnya kembali ke kantong masyarakat Madura, bukan hanya menjadi penonton," ujar Khofifah.
Emil Dardak menambahkan bahwa dasar akademik dan dukungan dari seluruh Bupati di Madura sudah sangat solid. Pihaknya kini tengah membedah kajian lebih dalam untuk memastikan ekosistem ekonomi yang terbangun nantinya benar-benar berpihak pada petani dan pelaku usaha kecil.
Ketua Tim Penyusunan Naskah Akademik dari Komunitas Muda Madura (KAMURA), Subairi Muzakki, mengungkapkan keresahan yang selama ini dialami warga.
"Manfaat ekonominya banyak dinikmati di luar. Lewat KEK ini, kita ingin membangun industri yang terintegrasi di tanah Madura sendiri. Dukungan Pemprov adalah energi besar bagi kami untuk mewujudkan keadilan ekonomi bagi petani," ujarnya.
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin juga memberikan dukungan, menegaskan bahwa stabilitas wilayah akan tercipta jika kesejahteraan masyarakat meningkat melalui kolaborasi lintas sektor seperti proyek strategis KEK ini. (*)








