Perkuat Pelayanan Kesehatan, Puskesmas Bantur Evaluasi Program Lintas Sektor

Kamis, 29/10/2026 - 13:45
Perkuat Pelayanan Kesehatan, Puskesmas Bantur Evaluasi Program Lintas Sektor

Perkuat Pelayanan Kesehatan, Puskesmas Bantur Evaluasi Program Lintas Sektor

Klikwarta.com, Malang - Puskesmas Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, memperkuat sinergi lintas sektor untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting serta tuberkulosis (TBC). Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor Tahun 2026 yang digelar pada Kamis (29/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri Camat Bantur Bayu Jatmiko, S.STP., Kapolsek Bantur AKP Ahmad Taufik Syafiudin, S.H., M.H., Bati Tuud Koramil 0818/12 Bantur Peltu Tomy Umbarsono, serta Kepala UPT Puskesmas Bantur Soebagijono, S.Kep.Ns., M.M.Kes.

Selain unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), kegiatan tersebut juga dihadiri para kepala desa se-Kecamatan Bantur beserta jajaran perangkat desa dan perwakilan masyarakat. Pertemuan ini menjadi wadah koordinasi untuk menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan di wilayah Kecamatan Bantur.

Kepala UPT Puskesmas Bantur, Soebagijono, menyampaikan bahwa lokakarya mini lintas sektor merupakan agenda rutin yang dilaksanakan empat kali dalam setahun. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya manajemen puskesmas untuk mengevaluasi program kesehatan sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Menurut Soebagijono, persoalan kesehatan masyarakat tidak dapat dibebankan hanya kepada tenaga kesehatan. Diperlukan keterlibatan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, unsur TNI-Polri, serta masyarakat agar program kesehatan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata.

Melalui forum tersebut, setiap sektor dapat menyampaikan capaian program, kendala yang dihadapi di lapangan, serta berbagai masukan untuk menentukan langkah tindak lanjut. Dengan demikian, permasalahan kesehatan dapat ditangani secara lebih terarah melalui kerja sama yang berkesinambungan.

Dalam pembahasan kali ini, stunting dan TBC menjadi dua persoalan yang mendapat perhatian khusus. Kecamatan Bantur sendiri memiliki dua wilayah kerja puskesmas, yakni Puskesmas Wonokerto yang melayani lima desa di wilayah utara dan Puskesmas Bantur yang melayani lima desa di wilayah selatan.

Soebagijono menjelaskan, penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari upaya pencegahan, peningkatan kesadaran masyarakat, hingga pemantauan kondisi kesehatan kelompok sasaran. Peran pemerintah desa dan masyarakat dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan program serta memastikan upaya penurunan stunting berjalan secara berkelanjutan.

Sementara itu, upaya pencegahan dan penanggulangan TBC dilakukan melalui penemuan kasus secara aktif, pemeriksaan bakteriologis, serta pemeriksaan rontgen sesuai kebutuhan. Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari upaya tersebut dilaksanakan di Desa Sumberbening dengan melibatkan lembaga terkait untuk mendukung deteksi dini dan penanganan TBC.

Ia menegaskan, pendekatan promotif dan preventif atau promosi kesehatan serta pencegahan penyakit tetap menjadi prioritas puskesmas. Melalui edukasi dan deteksi dini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan serta segera melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala penyakit.

Lebih lanjut, Soebagijono menekankan bahwa konsep sehat tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik atau terbebas dari penyakit. Kesehatan juga mencakup aspek mental, spiritual, dan sosial yang saling berkaitan dalam menunjang kualitas hidup masyarakat.

Melalui Lokakarya Mini Lintas Sektor Tahun 2026, Puskesmas Bantur berharap koordinasi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat semakin kuat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mengatasi berbagai hambatan pelayanan, menekan angka stunting dan TBC, serta mewujudkan masyarakat Kecamatan Bantur yang sehat secara menyeluruh.(Edy)

Berita Terkait