Tingkatkan Interopelabilitas, Danpusen Arhanud Titip Pesan ini

Jumat, 23/09/2022 - 15:23
Danpussenarhanud saat mengunjungi Batalyon Arhanud 4/AAY, Kamis,22 September 2022.
Danpussenarhanud saat mengunjungi Batalyon Arhanud 4/AAY, Kamis,22 September 2022.

Klikwarta.com, Makassar - Sejatinya Korps Arhanud TNI AD wajib dan patut meningkatan interoperabilitas antar matra Interoperabilitas yang akan dibangun adalah bagaimana membangun sinergitas.

Yang mana sinergitas antar korps di lingkungan TNI AD dan antar matra TNI ini kemudian menjadikan prajurit Arhanud yang merupakan pasukan tempur yang akan tetap berjaya dan semakin top di masa yang akan datang.

Pemaparan tersebut diucapkan langsung oleh Danpussenarhanud (Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara) Mayor Jenderal TNI Karev Marpaung. Menurutnya mengembangkan dan memajukan TNI AD merupakan misi bersama para prajurit  

“Dengan sinergitas internal kami ingin kembali kembangkan kecabangan ini berperan di tubuh TNI AD dan TNI secara umum, membangun sinergitas," kata Danpussenarhanud saat mengunjungi Batalyon Arhanud 4/AAY, Kamis,22 September 2022.

Sebagai satuan bantuan tempur, kata dia, “Karena biar bagaimana pun juga untuk mencapai tugas pokok TNI AD, kami tidak bisa berdiri sendiri.”tegasnya.

Selain itu, pada tataran nasional Korps Artileri Pertahanan Udara TNI AD menjadi salah satu pemangku kepentingan dalam pertahanan ruang udara nasional bersama komando utama lain di tubuh TNI. 

Pada hari ini, berbagai aktivitas penunjang dilaksanakan antara lain pertemuan para prajuritnya menengah dan perwira tinggi di lingkungan korps itu dengan para sesepuh yang pernah menjadi rekan kerja, senior, dan atasan mereka pada saat mereka berdinas aktif. 

2

Sebagai korps di TNI AD dengan ranah operasi dan doktrin yang bersentuhan langsung dengan teater pertahanan udara nasional, dia menyinggung hakekat ancaman nasional dari udara. Dulu, kata dia, hakekat itu disepakati hanya berasal dari pesawat terbang. Namun kini sudah meluas, meliputi juga peluru kendali, UAV militer dan sipil, mortir atau bahan peledak lain dan wahana udara lain yang konvensional ataupun inkonvensional.

“Berbicara hakekat ancaman udara, tentu di sana ada pemangku kepentingan lain, yaitu Komando Pertahanan Udara Nasional Markas Besar TNI, TNI AU, dan TNI AL. Ini yang harus dibangun sehingga menjadi satu kesatuan secara utuh agar wilayah udara nasional bisa benar-benar diamankan semaksimal mungkin,” katanya. 

Korps Artileri Pertahanan Udara TNI AD bermula dari pembentukan pasukan meriam di bawah pimpinan Soegiyono, di Jawa Tengah, pada Oktober 1945, yang kemudian aktif melawan pasukan Sekutu pada 10 November 1945 (Hari Pahlawan).

Sejalan dengan perubahan TKR menjadi TRI, struktur organisasis Markas Besar TRI berubah, yang salah satunya menyentuh perubahan Markas Artileri menjadi Inspektorat Artileri pada 1 Juni 1946. 

Tanggal 18 November 1965 menjadi tanggal penting bagi korps ini sejalan dengan keputusan Menteri/Panglima Angkatan Darat yang mengubah Pusat Artileri menjadi Pusat Kesenjataan Artileri. 

Di seluruh dunia, keberadaan artileri pertahanan udara alias "air defence artillery" di dalam tubuh militernya berbeda-beda.

Angkatan Bersenjata Rusia menempatkan mereka ke dalam matra khusus yang sejajar dengan angkatan udara, laut, dan darat; Angkatan Bersenjata Kerajaan Arab Saudi melakukan hal serupa, sementara Angkatan Bersenjata Kerajaan Brunei Darussalam menempatkan mereka ke dalam angkatan bersenjata mereka. 

Hingga saat ini, terdapat 16 batalion artileri pertahanan udara, empat detasemen, dan dua baterai yang semuanya disebar ke dalam berbagai organisasi Kodam sebagai organ teritorial TNI AD.

(Kontributor: Eris)

Related News