Wamen Ekraf Irene Umar
Klikwarta.com, Jakarta, 11 Mei 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, meninjau proses kreatif dan produksi Future Loundry sebagai jenama fesyen eksperimental yang mengembangkan konsep _upcycled fashion_ di Bali. Kunjungan ini bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi kreatif sebagai _the new engine of growth_ melalui pengembangan industri berbasis kreativitas dan intellectual property (IP).
"Future Loundry merupakan contoh nyata bagaimana kreativitas yang berakar pada budaya lokal dan subkultur anak muda dapat bertransformasi menjadi ekosistem ekonomi yang tangguh. Kunjungan ini bertujuan memastikan inovasi _upcycled fashion_ dan IP kreatif mendapat dukungan yang tepat agar mampu bersaing di pasar internasional," ujar Irene Umar di Bali, Sabtu (9/5).
Dalam kunjungannya, Wamen Ekraf melihat langsung produksi Future Loundry sebagai bagian dari pemetaan kebutuhan manajemen IP serta potensi kolaborasi lintas industri. Langkah ini dilakukan agar kementerian dapat menyusun program pendampingan yang lebih tepat sasaran bagi para komunitas kreatif.
"Kami mengapresiasi keberanian Future Loundry memadukan estetika post-apocalyptic dengan semangat keberlanjutan sebagai identitas ekonomi kreatif masa depan. Kementerian akan terus memperkuat ekosistem ini agar lebih inklusif dan berdampak nyata bagi pelaku kreatif di Bali maupun nasional," tambah Wamen Ekraf.

Kehadiran Future Loundry membuktikan bahwa identitas bangsa dapat bertransformasi menjadi inovasi modern, berkelanjutan dan berdaya saing global.
"Kekuatan ekonomi kreatif kita tidak lagi hanya terbatas pada simbol tradisional, melainkan pada bagaimana kita menjadikan budaya sebagai fondasi untuk inovasi masa depan yang berkelanjutan dan kompetitif di kancah dunia," tegas Wamen Ekraf.
Future Loundry mendalami teknik dekonstruksi pakaian bekas dan penggunaan material daur ulang sebagai solusi fashion berkelanjutan. Wamen Ekraf menilai perpaduan elemen tribal, sporty, anime, metal, dan street culture karya Ican Harem memiliki daya tarik unik bagi pasar generasi muda global.
Turut mendampingi Wamen Ekraf, Staf Khusus Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Data, Jago Anggara, serta Tenaga Ahli Bidang Regulasi dan Kelembagaan, Dahana Esa Putera.
(Kontributor : Arif)








