Gus Fawait Resmikan Inkubator Agribisnis UKRI, Jember Bidik Nilai Tambah Jagung hingga Lahirkan Agropreneur Baru

Rabu, 22/07/2026 - 06:23
Gus Fawait sàat Resmikan Inkubator Agribisnis UKRI

Gus Fawait sàat Resmikan Inkubator Agribisnis UKRI

Klikwarta.com, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menggandeng Fakultas Pertanian Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) untuk memperkuat pengembangan sektor pertanian melalui peluncuran Inkubator Agribisnis UKRI di Kecamatan Jenggawah, Selasa (21/7/2026). Program tersebut diproyeksikan menjadi wadah yang menghubungkan petani, pelaku UMKM, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga lembaga keuangan dalam satu ekosistem agribisnis terpadu.

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait mengatakan, tantangan pembangunan pertanian saat ini tidak lagi berhenti pada peningkatan produksi. Menurutnya, komoditas pertanian harus mampu diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Ia menilai kehadiran Inkubator Agribisnis UKRI dapat menjadi salah satu solusi untuk mendorong hilirisasi hasil pertanian, terutama komoditas jagung yang menjadi salah satu potensi unggulan Kabupaten Jember. 

Dengan demikian, hasil panen petani tidak hanya dijual sebagai bahan baku, tetapi juga berkembang menjadi berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

"Kolaborasi menjadi kunci. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat harus berjalan bersama agar sektor pertanian benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Gus Fawait.

Menurutnya, pemerintah daerah membuka ruang kerja sama seluas-luasnya bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung di lapangan. 

Hasil riset diharapkan mampu menjawab kebutuhan petani sekaligus membuka peluang usaha baru bagi generasi muda.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UKRI M. Arief A. Bisma menjelaskan bahwa Inkubator Agribisnis UKRI dirancang sebagai pusat pendampingan dan pengembangan usaha yang mengintegrasikan seluruh rantai agribisnis, mulai dari proses budidaya, pengolahan hasil, akses pembiayaan, hingga pemasaran.

Ia menyebutkan, fokus awal program diarahkan pada pengembangan hilirisasi jagung sebagai langkah untuk mendorong tumbuhnya UMKM berbasis pertanian dan melahirkan lebih banyak agropreneur di Kabupaten Jember.

Dalam pelaksanaannya, inkubator tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Jember, Kementerian UMKM, PT Syngenta, PT YKB Merah Putih, lembaga perbankan, serta petani dan kelompok tani. Kemitraan itu akan difokuskan pada peningkatan kapasitas petani, penguatan akses permodalan, pengembangan usaha, hingga perluasan jaringan pemasaran.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemkab Jember berharap lahir model pengembangan agribisnis yang mampu menghubungkan inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Selain meningkatkan daya saing komoditas pertanian, program ini juga diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. 

Pewarta: Maria

Berita Terkait