Liku-Liku Pengisian Perangkat Desa : Mulai Dari Demo, Saling Lapor, Pelantikan Diundur dan Formasi Yang Masih Kosong

Sabtu, 24/04/2021 - 14:01
Pelantikan Perangkat Desa

Pelantikan Perangkat Desa

Klikwarta.com, Blora - Sebanyak 17 desa se- kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora,lima desa sudah melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan perangkat desa pada, Jumat dan Sabtu (24/4/2021).

Namun demikian, ada satu desa yakni Desa Pulo yang pelantikannya diundur karena kepala desanya meninggal dunia.Dan ada juga satu desa yakni Jimbung yang formasi perangkat desanya masih kosong.

"Pelantikannya menunggu pejabat yang ditunjuk Pak Bupati.Setelah ada Penjabat Sementara (Pj kades) baru bisa melantik perangkat desa.Ini sudah kami ajukan 20 April yang lalu.Mudahan SK nya segera turun.Kita tunggu saja," ujar Martono Camat Kedungtuban saat ditemui wartawan disela-sela acara pelantikan  perangkat Desa Nglandeyan.

Lebih lanjut Martono menjelaskan Penjabat Kades tersebut juga mempunyai tugas menyiapkan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu. 

"Penjabat Kades juga mempunyai tugas menyiapkan Pilkades Antar Waktu," tegasnya.

Lebih lanjut Martono juga mengungkapkan,selain ada pelantikan perangkat yang diundur,ada satu formasi perangkat desa yang masih kosong di Desa Jimbung Kecamatan Kedungtuban, Blora.

"Ada satu formasi yang kosong.Karena saat pendaftaran perangkat  desa, pesertanya tidak ada yang lolos seleksi,"ujar Martono, mantan Lurah Cepu. Sementara itu Agus Kades Nglandeyan menegaskan agar perangkat desa yang sudah dilantik bisa mengayomi dan melayani masyarakat dengan baik.

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut mensukseskan pengisian perangkat di Desa Nglandeyan. Semoga perangkat baru, bisa bekerja dengan baik untuk melayani warganya," ujar Agus.

Diketahui, pengisian perangkat desa di Kecamatan Kedungtuban sempat diwarnai dengan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Blora dan Setda Blora oleh peserta yang tidak lolos seleksi.Unjuk rasa tersebut salah satunya dipicu adanya dugaan tidak transparan dalam penilaian ujian praktik komputer dan dugaan permintaan uang kepada calon peserta oleh peserta lain yang mengaku dekat dengan kepala desa.Pun saling lapor polisi antara peserta yang tidak lolos dengan peserta yang lolos juga kepala desa.

(Pewarta : Fajar)

Berita Terkait