Tajemtra 2026 Perkuat Kebersamaan dan Lestarikan Tradisi Masyarakat Jember

Sabtu, 05/09/2026 - 22:45
Tajemtra 2026 Perkuat Kebersamaan dan Lestarikan Tradisi Masyarakat Jember

Tajemtra 2026 Perkuat Kebersamaan dan Lestarikan Tradisi Masyarakat Jember

Klikwarta.com, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember terus mendorong pelestarian tradisi masyarakat sebagai bagian dari penguatan kebersamaan dan identitas daerah. 

Salah satunya melalui pelaksanaan Gerak Jalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) 2026 yang berlangsung Sabtu (5/9/2026).

Tajemtra 2026 diberangkatkan dari Alun-Alun Kecamatan Tanggul dan diikuti 25.613 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Peserta menempuh rute sekitar 30 kilometer menuju garis finis di Alun-Alun Jember.

Besarnya partisipasi masyarakat menjadi salah satu penanda kuat bahwa Tajemtra masih mendapat tempat di tengah masyarakat. Peserta tidak hanya berasal dari masyarakat umum, tetapi juga pelajar, organisasi, instansi pemerintah, instansi vertikal, fasilitas kesehatan serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Bupati Jember Gus Fawait hadir langsung dalam pelepasan peserta. Tidak hanya melepas, Bupati juga turut membersamai perjalanan peserta menuju pusat Kota Jember.

Menurut Gus Fawait, Tajemtra memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar kegiatan olahraga masyarakat. Tradisi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat interaksi sosial dan membangun kepedulian antarsesama.

“Kalau ada yang semaput harus saling bantu, karena Tajemtra ini filosofinya adalah gotong royong,” ujar Gus Fawait.

Karena itu, Bupati mengajak seluruh peserta menjaga kekompakan sepanjang perjalanan. 

Semangat yang dibangun bukan sekadar mencapai garis finis, melainkan bagaimana perjalanan tersebut dapat dinikmati bersama dengan tetap memperhatikan kondisi dan keselamatan sesama peserta.

“Yang jelas, kita akan berangkat bersama-sama. Kita jalan bareng-bareng,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Jember melihat tingginya partisipasi masyarakat dalam Tajemtra 2026 sebagai modal penting untuk terus menjaga keberlangsungan tradisi tersebut. Data menunjukkan jumlah peserta meningkat signifikan dibandingkan dua pelaksanaan sebelumnya.

Pada 2024, Tajemtra diikuti 15.155 peserta, kemudian 15.171 peserta pada 2025. Tahun ini jumlah peserta meningkat menjadi 25.613 orang.

Peningkatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Tajemtra mampu menjadi ruang bersama bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. Perbedaan profesi, usia, maupun kelompok melebur dalam satu kegiatan dengan semangat persatuan dan gotong royong.

Melalui Tajemtra, Pemerintah Kabupaten Jember berharap tradisi masyarakat yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut tidak hanya terus terjaga, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari kekuatan sosial dan kebanggaan masyarakat Jember.

Tajemtra bukan sekadar perjalanan 30 kilometer dari Tanggul menuju Jember. Lebih dari itu, Tajemtra menjadi perjalanan bersama untuk merawat tradisi, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat. (*)

Berita Terkait