Kadinkes Tuba Pastikan Stunting di Tulang Bawang Alami Penurunan Hingga 12,79 Persen

Kamis, 27/02/2020 - 23:33
Kadinkes Tuba Pastikan Stunting di Tulang Bawang Alami Penurunan Hingga 12,79 Persen

Kadinkes Tuba Pastikan Stunting di Tulang Bawang Alami Penurunan Hingga 12,79 Persen

Klikwarta.com, Manggala - Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang melalui Dinas Kesehatan Tulang Bawang menegaskan jika angka Stunting di Tulang Bawang dipastikan sudah mengalami penurunan hingga 12,79 persen pada tahun 2020 ini.

Kepala Dinas Kesehatan Tulangbawang, Fatoni, mengatakan, bahwa berdasarkan dari hasil gerebek Stunting di 15 Kecamatan se-Tulang Bawang pada tahun 2020 ini, pihaknya menemukan jika Stunting di Tulang Bawang tidak tinggi seperti hasil riset yang di lakukan oleh Bidang Kesehatan Pemerintah Pusat lalu.

Dari hasil Riset atau Swiping yang dilakukan pihaknya bersama dengan para tenaga Kesehatan seperti Bidan Desa, aparatur kampung termasuk dari pihak Kecamatan se-Tulang Bawang pada beberapa waktu lalu Stunting di Tulang Bawang sangat rendah dan tidak terlalu parah seperti yang dikatakan oleh Pemerintah Pusat terhadap Kabupaten Tulang Bawang. 

"Sebab kalau kita menyimak dari hasil riset yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat daerah Tulang Bawang kan masuk urutan nomor tiga tertinggi akan Stunting ini dengan jumlah 32,49 %, padahal aslinya setelah kita lakukan riset dengan tenaga ahli Gizi Tulang Bawang, Stunting kita sangat rendah sekali dan jauh menurun bila dibandingkan daerah lainnya dan ini hasil real tidak main-main dan nyata bahkan bisa kami pertanggung jawabkan hasil riset kami ini,” katanya.

Fatoni juga mengatakan, hal tersebut terjadi lantaran pihak Pemerintah Pusat pada saat melakukan Riset terhadap Stunting di Tulang Bawang selain tidak melibatkan bidan desa setempat juga tidak menggunakan tenaga ahli gizi. Bahkan parahnya lagi mereka hanya mengambil sampel saja tidak turun ke lapangan mengecek satu persatu.

"Kalau kami kan tidak, data kami benar-benar real ada nama dan alamat mana yang terkena Stunting, bahkan disaksikan semua pihak. Jadi data kami ini yang benar-benar real dan apa adanya", sebutnya.

Dari riset dilapangan, Fatoni menegaskan jumlah Real balita yang terkena Stunting di 15 Kecamatan se-Tulang Bawang ada sebanyak 27.923 dari total jumlah seluruh balita se-Tulang Bawang sebanyak 3.071 balita atau sebanyak 12,79 persen saja yang terkena Stunting,” jelasnya.

Dengan rincian lanjut, Fatoni seperti Kecamatan Menggala dua Kampung ada sebanyak 5,51 dan 23,00 persen, Kecamatan Menggala Timur ada sebanyak 20,88 persen Kecamatan Banjar Margo ada sebanyak 18,44 persen ,Kecamatan Banjar Agung ada sebanyak 9,56 persen Kecamatan Kecamatan Banjar Baru ada sebanyak 6,23 persen ,Kecamatan Gedung Aji ada sebanyak 6,31 persen ,Kecamatan Gedung Aji Baru ada sebanyak 9,22 persen Kecamatan Penawar Tama ada sebanyak 8,07 persen, Kecamatan Rawa Pitu sebanyak 18,88 persen, Kecamatan Rawa Jitu Timur sebanyak 18,71 persen, Kecamatan Rawa Jitu Selatan dua Kampung sebanyak 5,51 dan 13,92 persen, Kecamatan Gedung Meneng sebanyak 24,37 persen, Kecamatan Meraksa Aji sebanyak 18,73 persen , Kecamatan Penawar Aji sebanyak 14,42persen ,dan terakhir Kecamatan Dente Teladas dua Kampung sebanyak 9,06 dan 9,18 persen.

“Sedangkan dari hasil itu semua kalau di gabungkan hanya 12,79 persen saja dengan perolehan Kecamatan Menggala Timur saja yang paling tinggi akan penyakit Stunting ini, sedangkan lainnya tidak, sehingga kesimpulannya Stunting di Tulangbawang sangat rendah sekali,” terangnya.

Oleh karena itu, Fatoni menerangkan guna menekan angka Stunting di Tulangbawang dalam tahun ini, pihaknya sudah mengajak Dinas PUPR dan Dinas Perikanan Tulangbawang untuk melakukan penambahan Gizi terhadap balita di seluruh Kecamatan se-Tulangbawang.

"Karena penyakit stunting ini terjadi pada saat usia balita 1000 hari dari pasca kelahiran yang mana disebabkan selain kekurangan Gizi baik pada saat di dalam kandungan maupun pada saat balita sudah lahir ditambah lagi dengan banyaknya jamban yang masih menggunakan cara manual atau buang air besar sembarangan sehingga penyakit ini cepat sekali datang dan menyerang,” paparnya.

Untuk itu, Fatoni mengimbau kepada seluruh masyarakat se Kabupaten Tulangbawang khususnya dinas terkait ataupun pihak terkait untuk bersama-sama membantu pihaknya untuk mengatasi Stunting di Tulangbawang.

"Karena kalau kita tidak segera bertindak dengan memberikan saran dan prasarana yang layak begitu juga dengan makanan tambahan bergizi bagi balita, maka penyakit ini akan semakin parah dan meningkat nantinya terkhusus bagi masyarakat yang memiliki balita harus perhatikan gizi balita agar balita kita tumbuh dan berkembang dengan baik nantinya,” tambahnya.

(Pewarta : Ibnu)

Berita Terkait