Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menghadiri peluncuran Cublak Suweng di Roemah Koffie PIK 2, Tangerang, Banten, Kamis (16/7/2026)
Klikwarta.com, Jakarta - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar mengapresiasi peluncuran varian kopi terbaru dari Roemah Koffie yaitu Cublak Suweng. Wamen Ekraf menilai subsektor kuliner termasuk kopi menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi kreatif nasional.
"Roemah Koffie telah melakukan hal yang sangat luar biasa dengan menyajikan _storytelling_ yang kuat, bukan hanya dari biji kopinya melainkan juga dari cerita budaya di belakangnya. Keunikan budaya inilah yang menjadi kekuatan utama untuk membawa nama Indonesia bersinar di panggung global,” ujar Wamen Ekraf saat menghadiri peluncuran Cublak Suweng di Roemah Koffie PIK 2, Tangerang, Banten, Kamis (16/7).
Acara bertajuk _A Cup of Meaning and Reflection_ itu memperkenalkan Cublak Suweng sebagai varian kopi _signature blend_ yang terinspirasi dari kehangatan permainan tradisional serta lagu daerah Jawa Tengah tentang pencarian kebahagiaan sejati. Makna filosofis tersebut diselaraskan secara apik melalui kombinasi seimbang antara 50 persen kopi Robusta Temanggung dan 50 persen Arabika Gayo yang melambangkan keharmonisan antara kekuatan rasa pahit yang solid serta kompleksitas aroma.
Kekuatan narasi ini yang disebut Wamen Ekraf sebagai nafas ekonomi kreatif yang mendorong kolaborasi lintas subsektor. Acara peluncuran sendiri dikemas menarik melalui perpaduan pertunjukan teatrikal tradisional, seremoni penandatanganan kemasan, hingga sesi bernyanyi bersama guna menghadirkan pengalaman multisensori yang berkesan bagi pengunjung.
Industri dari subsektor kuliner memang memiliki potensi besar dengan kontribusi ekonomi kreatif nasional sebesar 41,06% pada tahun 2025 serta nilai investasi mencapai Rp29,57 triliun. Performa kuat tersebut dipertegas oleh tingkat pertumbuhan sebesar 8,44% serta nilai ekspor periode Januari-November yang berhasil menembus angka 720,8 juta dolar AS.
“Melalui semangat kolaborasi, jiwa untuk selalu belajar, dan kecintaan mendalam terhadap kopi, mari kita bersama-sama membawa produk lokal ini menuju kancah internasional tanpa melupakan akar budaya Indonesia. Dengan landasan kasih sayang, mari wujudkan diplomasi kopi yang membanggakan dan membawa kehangatan bangsa di mata dunia,” tutur Wamen Ekraf.
Roemah Koffie sendiri sudah tidak asing bagi Kementerian Ekraf. Sejak Mei 2025, kedua pihak mengimplementasikan program mulai dari peluncuran varian kopi Nusantara seperti Rambadia, Anak Daro, dan Coco Coffee; dukungan _food truck_ di berbagai festival; rekomendasi visa delegasi ke World Coffee Madrid, hingga penempatan logo Ekraf pada kemasan biji kopi serta mesin kapsul dan ikut pameran di ajang internasional Masa di Gardens by the Bay Singapura.
Ke depannya, sinergi ini akan terus diperkuat melalui komitmen berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan petani di wilayah hulu lewat program edukasi, sekaligus memperluas pasar di sektor hilir dengan menghadirkan produk inovatif berbasis cerita budaya lokal ke kancah global.
"Dukungan tulus dari Kementerian Ekraf bersama Ibu Wamen Irene Umar selalu menjadi lentera yang menerangi langkah Roemah Koffie dalam merawat warisan budaya bangsa. Sinergi erat inilah yang memantapkan tekad kami untuk terus membawa narasi luhur Nusantara lewat secangkir kopi hingga ke panggung global," ujar CEO Roemah Koffie, Felix TJ.
Turut hadir mendampingi Wamen Ekraf dalam agenda peluncuran tersebut yaitu Staf Khusus Bidang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Data, Jago Anggara; Direktur Kuliner, Romi Astuti; serta Direktur Periklanan, Andy Ruswar. (**)








