Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan hasil revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 se-Kabupaten Simeulue di SMK Negeri 1 Sinabang
Klikwarta.com, Kabupaten Simeulue - Pemerintah terus memperkuat pemerataan akses pendidikan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan hasil revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 se-Kabupaten Simeulue di SMK Negeri 1 Sinabang, yang menjadi lokasi peresmian sekaligus salah satu penerima program revitalisasi, Selasa (25/8).
Kepala SMK Negeri 1 Sinabang, Amaliati, mengungkapkan revitalisasi sekolahnya mencakup sembilan ruang kelas baru (RKB), tiga ruang praktik siswa (RPS), dua laboratorium IPAS, satu unit rumah dinas, dan satu ruang administrasi. Fasilitas tersebut menggantikan kondisi bangunan lama yang sudah tidak layak dan mengganggu kenyamanan belajar. “Karena melihat kondisi di lapangan bahwa sekolah kami banyak yang sudah atapnya bocor, plafonnya juga sudah bocor, dindingnya sudah retak-retak, lantainya sudah pecah. Melihat kondisi seperti itu tidak nyaman untuk murid, maka kami mengusulkan untuk dilakukan revitalisasi,” tutur Amaliati.
Kebahagiaan juga dirasakan murid, khususnya siswa kompetensi keahlian kuliner yang kini memiliki ruang kelas sendiri. Mulia Afiani, murid kelas XI Kuliner, mengingat ketika mereka harus belajar di laboratorium Tata Busana karena keterbatasan ruang. “Perasaannya senang. Soalnya sebelum ada kelas itu kami ditempatkan di dalam kelas lab Tata Busana. Kelas kami ini digabung sama busana,” kata Mulia.
Kini, kelas baru tersebut berdiri tepat di depan laboratorium Kuliner. Bagi Mulia dan teman-temannya, fasilitas ini tidak hanya menghadirkan ruang belajar yang lebih layak, tetapi juga mendukung kegiatan praktik.
Senada dengan itu, Irene Rahmadani, murid kelas XI Kuliner, mengaku ruang kelas baru terasa lebih nyaman, sejuk, bersih, dan kokoh dibandingkan ruang belajar sebelumnya.
Meski demikian, perjalanan mereka mengejar cita-cita di bidang kuliner masih menghadapi keterbatasan peralatan praktik. Irene dan Mulia menuturkan bahwa untuk membuat berbagai produk kuliner, mereka masih mengandalkan _mixer_ rumah tangga yang kerap mati mendadak akibat panas berlebih saat digunakan. Kondisi tersebut menghambat proses praktikum.
Amaliati berharap status SMK Negeri 1 Sinabang sebagai calon penerima bantuan peralatan laboratorium dari pemerintah dapat segera terealisasi. Menurutnya, kelengkapan peralatan praktik merupakan bagian penting dalam pendidikan vokasi, terutama bagi sekolah di wilayah terluar, agar kompetensi lulusan mampu bersaing secara nasional.
Menanggapi hal tersebut, Mendikdasmen menegaskan bahwa pembangunan fisik sekolah merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. “Revitalisasi dan digitalisasi itu bukan tujuan, tetapi sarana untuk kita meningkatkan kualitas pembelajaran dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Mendikdasmen didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin. Tatang menegaskan bahwa Revitalisasi Satuan Pendidikan, terutama di wilayah 3T, perlu dilanjutkan dengan penguatan sarana pembelajaran, termasuk pemenuhan peralatan praktik bagi SMK.
Menurut Tatang, penyediaan peralatan praktik perlu disesuaikan dengan kompetensi keahlian yang diselenggarakan sekolah, standar sarana dan prasarana, serta perkembangan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, pembelajaran vokasi dapat berlangsung secara optimal dan menghasilkan lulusan yang kompeten.
“Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak berhenti pada perbaikan bangunan, tetapi perlu diikuti dengan penguatan sarana pembelajaran. Dalam pendidikan vokasi, ketersediaan peralatan praktik yang sesuai dengan kompetensi keahlian dan perkembangan kebutuhan industri menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta kompetensi lulusan,” jelas Tatang.
Revitalisasi SMK Negeri 1 Sinabang menunjukkan bahwa pemerataan pendidikan bermutu di wilayah 3T membutuhkan upaya yang menyeluruh dan berkelanjutan. Pembenahan bangunan memberikan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman, sedangkan pemenuhan peralatan praktik akan memperkuat relevansi pembelajaran vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. (**)








