Wamendiktisaintek Stella: Riset dan Investasi Jadi Kunci Perluasan Layanan Kesehatan

Kamis, 27/08/2026 - 22:55
Wamendiktisaintek Stella Christie

Wamendiktisaintek Stella Christie

Klikwarta.com, Jakarta - Indonesia membutuhkan riset, teknologi, dan investasi untuk memperluas layanan kesehatan agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dengan kualitas yang baik. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan bahwa layanan kesehatan berskala besar harus didukung inovasi yang mudah diakses, terjangkau, dan akurat. Hal tersebut disampaikannya dalam Health Tech Festival yang diselenggarakan Universitas Bina Nusantara (BINUS), Kamis (27/8).

Wamen Stella menjelaskan bahwa membangun layanan kesehatan dalam skala besar tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas kesehatan. Diperlukan proses yang berkelanjutan, mulai dari menghasilkan pengetahuan melalui riset, menarik investasi untuk mengembangkan inovasi, hingga membangun infrastruktur yang dapat digunakan masyarakat.

“Kalau kita ingin kesehatan berdampak dalam skala besar, kuncinya adalah mudah, murah, dan akurat,” ujar Wamen Stella.

Menurutnya, pengembangan teknologi kesehatan perlu dimulai dari pengetahuan dan riset yang kuat. Ia mencontohkan Beijing Genomics Institute (BGI) yang berkembang dari kekuatan pengetahuan dan riset hingga menjadi institusi dengan kemampuan investasi dan teknologi yang besar.

Di Indonesia, Wamen Stella mencontohkan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) sebagai salah satu infrastruktur yang dapat mendukung pengembangan riset dan layanan kesehatan. Rumah sakit pendidikan tersebut juga menjalin kerja sama riset dengan Singapura dan sejumlah institusi di Inggris.

Wamen Stella menyebut Kemdiktisaintek juga telah membangun portal riset nasional, yang memuat data peneliti dan hasil riset kesehatan. Portal ini bertujuan mempertemukan pakar kesehatan di perguruan tinggi dengan pemerintah daerah dan industri yang membutuhkan keahlian mereka. 

Health Tech Festival BINUS turut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Rektor Binus University Nelly, dan Guru Besar KU Leuven Belgia Bart Van Roepse. Kegiatan ini digagas BINUS melalui skema project initiative untuk mendorong kolaborasi riset kesehatan berbasis pengetahuan. 

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, menambahkan bahwa Kementerian Kesehatan tengah memperkuat integrasi data lewat platform Satu Sehat, yang menjadi rekam kesehatan pribadi masyarakat. Disisi lain, Rektor BINUS University Nelly, menyatakan dukungan penuh kampusnya terhadap pengembangan teknologi kesehatan melalui pendanaan inisiatif khusus di luar anggaran rutin sebagai bentuk dukungan agar inovasi berbasis pengetahuan di lingkungan akademik terus mendapat dorongan nyata.

Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun fondasi pengetahuan dan riset, yang dapat dikembangkan menjadi inovasi. Ketika riset bertemu dengan investasi, industri, dan infrastruktur yang tepat, hasilnya dapat diperluas menjadi layanan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri, Kemdiktisaintek terus mendorong agar riset kesehatan tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat berkembang menjadi teknologi dan layanan yang mudah diakses, terjangkau, dan akurat bagi masyarakat Indonesia.

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait