Kepala BNPB Lantik 92 CPNS, Perkuat Kapasitas Penanggulangan Bencana

Jumat, 24/07/2026 - 11:39
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen  TNI Dr Suharyanto S. Sos M.M melantik 92 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan BNPB, Rabu (23/7)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen  TNI Dr Suharyanto S. Sos M.M melantik 92 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan BNPB, Rabu (23/7)

Klikwarta.com, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen  TNI Dr Suharyanto S. Sos M.M melantik 92 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan BNPB, Rabu (23/7). Pelantikan dilaksanakan di Aula Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta.

Para CPNS yang dilantik merupakan hasil seleksi tahun anggaran 2024 dan akan ditempatkan di berbagai unit kerja BNPB, Mereka berasal dari berbagai formasi, mulai dari analis kebencanaan, pranata komputer, hingga tenaga teknis penanggulangan bencana.

Dalam amanatnya, Kepala BNPB menyampaikan bahwa pelantikan  ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan BNPB dalam menghadapi tantangan bencana yang semakin kompleks.

“Saudara-saudara adalah wajah baru BNPB. Saya titipkan amanah besar kepada kalian. Bencana tidak mengenal waktu. Kita harus hadir cepat, tepat, dan melayani masyarakat dengan hati dan bekerja dengan sebaik baiknya,” ujar Suharyanto

Kepala BNPB juga menekankan 3 hal penting kepada para CPNS : integritas, profesionalisme, dan semangat gotong royong*. 

“Jangan pernah lelah belajar, tingkatkan kompetensi teknis kebencanaan, kuasai teknologi, dan yang paling penting jaga etika serta loyalitas kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Selain pelantikan, kegiatan juga diisi dengan pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan fakta integritas. Turut hadir jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Madya,  Unsur Pengarah dan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan BNPB.

Dengan bertambahnya 92 CPNS ini, diharapkan pelayanan BNPB kepada masyarakat dalam penanggulangan bencana di Indonesia dapat semakin optimal, mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. (**) 

Berita Terkait