Bupati Malang Sebut MPLS Momentum Menumbuhkan Harapan dan Mewujudkan Cita-cita Siswa

Jumat, 31/07/2026 - 16:58
Bupati Malang H. M. Sanusi saat menghadiri Open House Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Kabupaten Malang di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Jumat (31/7/2026)

Bupati Malang H. M. Sanusi saat menghadiri Open House Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Kabupaten Malang di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Jumat (31/7/2026)

Klikwarta.com, Malang - Bupati Malang H. M. Sanusi menegaskan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi momentum awal bagi peserta didik untuk membangun mimpi dan meraih cita-cita melalui pendidikan yang berkualitas.

Hal itu disampaikan Sanusi saat menghadiri Open House Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Kabupaten Malang di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Jumat (31/7/2026).

Menurut Sanusi, hari pertama masuk sekolah bukan hanya menjadi ajang mengenal lingkungan belajar, tetapi juga menjadi awal tumbuhnya harapan bagi anak, orang tua, hingga negara.

"MPLS merupakan kesempatan pertama bagi anak-anak untuk mulai membangun mimpi menjadi pribadi yang sukses, ini menjadi awal tumbuhnya harapan agar putra-putrinya memiliki masa depan yang lebih baik.ini adalah bukti bahwa setiap anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi," ujar Sanusi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Sosial RI atas pelaksanaan Program Sekolah Rakyat yang dinilai menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan.

Selain itu, Sanusi mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas dukungan terhadap percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Malang.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari perangkat desa, camat, unsur TNI-Polri, anggota DPRD Kabupaten Malang, hingga DPRD Provinsi Jawa Timur.

Menurut Sanusi, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat yang selama ini masih mengalami keterbatasan.

"Kami yakin kehadiran Sekolah Rakyat akan memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang selama ini belum mendapatkan layanan pendidikan secara optimal," katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Kabupaten Malang, Warsito, mengatakan seluruh peserta didik akan mengikuti pemetaan potensi dan bakat melalui tes DNE. Hasil tes tersebut akan menjadi dasar sekolah dalam menentukan kegiatan ekstrakurikuler sesuai minat dan kemampuan masing-masing siswa.

"Seluruh siswa akan dipetakan potensinya melalui tes DNE. Hasilnya akan menjadi dasar bagi sekolah untuk memberikan kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat dan minat masing-masing sehingga pengembangannya bisa lebih optimal," ujar Warsito.

Warsito menambahkan, seluruh peserta didik juga telah menjalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang difasilitasi Puskesmas Kecamatan Bantur sebagai salah satu persyaratan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Ia memastikan kesiapan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat Kabupaten Malang hampir sepenuhnya rampung.

"Fasilitas sekolah saat ini hampir 100 persen siap. Masjid, aula, serta asrama putra dan putri sudah tersedia. Untuk sementara, proses pembelajaran masih dipusatkan di gedung SMA," katanya.

Saat ini Sekolah Rakyat Kabupaten Malang memiliki 323 peserta didik yang terdiri atas jenjang SD, SMP, dan SMA, baik pada program sekolah integrasi maupun sekolah rintisan. Para siswa berasal dari Kabupaten Malang, serta sebagian dari Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Kediri.

(Pewarta: Edy)

Berita Terkait