Pembangunan Pabrik B3 Mojokerto Molor, DLH Dituding Lambat Urus Perijinan

Rabu, 03/08/2022 - 20:15
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Martin Hamonangan, dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (3/8/2022).
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Martin Hamonangan, dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (3/8/2022).

Klikwarta.com, Jatim - Pembangunan pabrik pengolahan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Dawar Blandong Mojokerto molor. Mengingat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur dituding lambat urus perizinan dan pembangunan pabrik.

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Martin Hamonangan mengatakan, sampai saat ini proses pengurusan perizinan masih di Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Mengingat hampir lima tahun proses pengurusan perizinan belum rampung sampai saat ini.

"Harusnya dikawal terus. Perlu diingat sudah hampir 5 tahun proses pengurusan perizinannya sampai sekarang ini belum selesai," kata politisi PDIP, dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (3/8/2022).

Melihat kondisi ini, Martin mendorong agar DLH segera mempercepat proses perizinan realisasi pembangunan pabrik limbah B3 tersebut. Jika memang ruislag selesai, maka harus segera disertifikatkan

"Ini sekarang ini baru prosesnya dan kami berharap BPKAD juga membantu memperlancar proses sertifikasinya," paparnya.

Martin menyebut sampai saat ini belum ada legalitas dalam kepemilikan lahan yang akan dibangun pabrik limbah B3 tersebut.

"Secara legalitas belum balik nama dan masih atas nama Perhutani, sehingga proses sertifikasi harus dipercepat atas nama Pemprov," ungkapnya.

Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Ardo Sahak mengakui adanya kelambanan tersebut.

"Silahkan kami disalahkan dan bukan pengambil kebijakan, karena semuanya masih di Kementerian Lingkungan Hidup," paparnya.

Ardo Sahak mengatakan, harusnya untuk penyelesaian masalah pengelolaan limbah B3 harus dilakukan duduk bersama pihak-pihak yang terkait dan berhubungan langsung dengan pembangunan pabrik B3. 

"Jangan DLH terus disalahkan. Duduk bersama dan menjelaskan tugas-tugas yang jelas. Jangan semuanya dibebankan ke DLH," pinta mantan Kadis Ketahanan Pangan ini.

Kalau dari segi aturan, lanjut Ardo Sahak, tugas DLH Jawa Timur hanya membantu proses pengadaan dan perizinan untuk pembangunan pabrik B3 tersebut.

"Tugasnya DLH Jatim sebenarnnya sudah selesai, tinggal PT JGU yang meneruskan," pungkasnya.

(Pewarta: Supra)

Related News