Rupiah Tembus Rp18.056 per Dolar AS, Bupati Jember Gus Fawait Ajak Warga Perkuat Konsumsi Produk Lokal

Sabtu, 06/06/2026 - 18:48
 Bupati Jember Gus Fawait

Bupati Jember Gus Fawait

Klikwarta.com, Jember - Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan memaksimalkan penggunaan produk dalam negeri di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menembus level Rp18.000.

Menurut Bupati yang akrab disapa Gus Fawait, melemahnya rupiah berpotensi memberikan tekanan terhadap daya beli masyarakat karena berdampak pada kenaikan harga berbagai kebutuhan, terutama yang masih bergantung pada bahan baku impor.

“Saat rupiah melemah, biaya impor bahan baku maupun barang konsumsi ikut meningkat. Dampaknya bisa memicu kenaikan harga kebutuhan pokok, transportasi, hingga layanan kesehatan,” ujar Gus Fawait, Jumat (5/6/2026).

Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat penggunaan produk lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap barang impor. Dengan meningkatnya konsumsi produk dalam negeri, ekonomi daerah dan nasional diyakini akan lebih kuat menghadapi gejolak ekonomi global.

“Jika masyarakat semakin banyak menggunakan produk lokal, maka ekonomi domestik akan lebih mandiri dan lebih tahan menghadapi guncangan ekonomi global,” katanya.

Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya itu menambahkan bahwa Indonesia saat ini memiliki fondasi ekonomi yang lebih baik dibandingkan saat menghadapi krisis moneter 1998.

“Ini saatnya masyarakat lebih memaksimalkan produk dalam negeri tanpa sepenuhnya bergantung pada barang impor. Saya optimistis Indonesia memiliki pondasi yang lebih kuat dibandingkan tahun 1998 lalu,” ujarnya.

Diketahui, nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (5/6/2026) dibuka melemah ke level Rp18.056 per dolar AS. Pelemahan tersebut memicu kekhawatiran terhadap kenaikan biaya impor yang berpotensi berdampak pada harga barang dan jasa di dalam negeri.

Meski demikian, Gus Fawait mengajak masyarakat untuk tetap optimistis dan menjadikan situasi tersebut sebagai peluang memperkuat kemandirian ekonomi melalui peningkatan penggunaan produk lokal dan dukungan terhadap pelaku usaha dalam negeri. (**)

Berita Terkait