Tepis Stigma Eksklusif, PKS Manggarai Buka-Bukaan Soal Politik Inklusif hingga Siasat Tani Terpadu

Selasa, 30/06/2026 - 14:49
Anggota DPRD Propinsi NTT dari Fraksi PKS,Rusding,SE saat menggelar reses di  Ruteng,Selasa(30/6/2026)

Anggota DPRD Propinsi NTT dari Fraksi PKS,Rusding,SE saat menggelar reses di Ruteng,Selasa(30/6/2026)

Klikwarta.com, Manggarai - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), menegaskan komitmennya untuk mengikis sekat-sekat politik di tengah masyarakat. PKS menyatakan diri sebagai wadah yang terbuka bagi seluruh anak bangsa, tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun status sosial.

Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Manggarai, Kornelis Dola, di sela-sela kegiatan reses bersama warga di Gewak, Kelurahan Poco Mal, Kecamatan Langke Rembong, Selasa (30/6/2026).

Politik Gotong Royong, Tepis Anggapan Kelompok Tertentu

Menurut Kornelis, sejak awal PKS dibangun di Manggarai dengan menjunjung tinggi semangat keterbukaan dan kebersamaan yang selaras dengan budaya lokal masyarakat setempat. Ia secara terbuka menepis anggapan keliru yang selama ini berkembang di sebagian kalangan masyarakat.

"Kami ingin menegaskan kepada masyarakat bahwa PKS adalah partai yang terbuka bagi semua warga negara tanpa melihat latar belakang agama, suku, budaya maupun status sosial. Di Manggarai ini kita hidup dalam keberagaman," ujar Kornelis Dola.

Ia menambahkan bahwa kepengurusan PKS di Manggarai saat ini justru diisi oleh kader-kader dari beragam profesi dan latar belakang. Hal ini, menurutnya, menjadi modal utama untuk menghadirkan solusi nyata bagi persoalan warga, bukan sekadar hadir menjelang pemilu demi mencari dukungan politik.

Rusding Dorong 'Integrated Farming': Petani Jangan Hanya Tunggu Panen Setahun Sekali

Sejalan dengan komitmen kerja nyata tersebut, Anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi PKS, Rusding, SE, langsung menjabarkan langkah taktis untuk mendongkrak ekonomi pedesaan di Manggarai.

Mendengar keluhan warga terkait tidak pastinya harga komoditas dan cuaca, Rusding mendorong penerapan konsep integrated farming (pertanian terpadu) agar isi dompet petani tidak kering di luar musim panen.

"Petani jangan hanya tanam padi. Di lahan yang sama bisa beternak ayam, kambing, hingga ikan air tawar. Hari ini telur, bulan depan ayam, berikutnya ikan. Dengan begitu ekonomi keluarga terus berputar dan tidak menunggu panen besar setahun sekali," jelas Rusding.

Rusding menilai, Manggarai punya potensi luar biasa sebagai penyokong logistik pariwisata NTT, seperti ke Labuan Bajo. Ia menyayangkan jika kebutuhan hotel dan restoran mewah masih dipasok dari luar daerah, padahal tanah Manggarai sangat subur.

Desak Pemprov Segera Perbaiki Jalan Provinsi yang Longsor

Namun, rencana besar intergrasi pertanian dan pariwisata ini dipastikan pincang jika infrastruktur tidak dibenahi. Dalam reses tersebut, warga mengeluhkan kondisi jalan provinsi yang rusak parah dan kerap dilanda longsor.

Rusding menegaskan, dirinya tidak akan tinggal diam dan segera mendesak Pemerintah Provinsi NTT untuk turun tangan.

Dampak Kerusakan: Menghambat distribusi hasil pertanian warga menuju pasar dan sentra wisata.

Komitmen Anggota Dewan: Mendorong percepatan penanganan titik-titik longsor agar urat nadi ekonomi warga tidak lumpuh total.

Selain masalah infrastruktur dan ekonomi, dalam forum dialog tersebut Rusding juga memastikan bahwa PKS akan terus mengawal akses pendidikan bagi anak-anak desa kurang mampu melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, agar mereka dapat kembali dan membangun daerah asal mereka.

Penulis : Kordianus Lado

Berita Terkait