Ahli Geologi AS: Likuifaksi di Palu Menyeramkan

Senin, 03/12/2018 - 08:52
Daerah yang terkena likuifaksi di Palu

Daerah yang terkena likuifaksi di Palu

Klikwarta.com - Fenomena Likuifaksi di Sulawesi Tengah akibat gempa magnitudo 7,5 dan tsunami pada 28 Oktober 2018 jadi perhatian masyarakat Indonesia bahkan dunia.

Dampak Likuifaksi Palu memakan banyak korban. Bukan hanya meterial namun juga nyawa. Sebagian harus kehilangan sanak keluarga yang 'tertelan' bumi hingga tak dapat melihat walau hanya pada kondisi jenazah terakhir. 

Menurut Ahli Geologi dari Saint Louis University John Encarnacion sebagaimana dilansir oleh Antara (03/11), kejadian Likuifaksi Palu termasuk fenomena paling 'seram' sepanjang terjadinya hal yang sama di beberapa negara di dunia.

Menurut John, banyak suara-suara aneh terdengar, yang pada awalnya justru ia sempat berpikir peristiwa di dalam salah satu video yang sempat viral di media sosial tersebut adalah tsunami.

Fenomena likuifaksi juga pernah terjadi di beberapa negara seperti di Niigata, Jepang, salah satu peristiwa likuifaksi yang sempat menggemparkan dunia seperti dikutip dari USGS. Dampaknya, bangunan apartemen amblas.

Peristiwa ini terjadi pada 16 Juni 1964 pascagempa bermagnitudo 7,5 dan dilaporkan sekitar 2.000 rumah hancur total.

Gempa bermagnitudo 6,3 sempat juga terjadi pada tanggal 25 Februari 2011 yang mengakibatkan likuifaksi di Christchurch, Selandia Baru. Sesuai dengan yang dilansir dari The New Zealand Herald, sejumlah bangunan rusak. 

Kejadian yang sama juga terjadi di Pohang, Korea Selatan. Fenomena ini terjadi tanggal 15 November 2017. Namun likuifaksi yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan signifikan di Pohang.

Kendati lima wilayah telah terkena pencairan tingkat keseriusan dari empat lainnya bahkan lebih rendah sesuai lansiran Korea Times, Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan Korsel.

Dilansir dari USGS, San Francisco, Amerika Serikat Sebuah rumah di Mission District San Francisco juga pernah mengalami kerusakan akibat likuifaksi yang terjadi akibat gempa bumi pada 18 April tahun 1906. Guncangan gempa menyebabkan isi buatan mencair dan kehilangan kemampuannya untuk menyangga rumah.

Likuifaksi juga terjadi di Dore Street, San Francisco di periode yang sama. Rumah-rumah di lokasi amblas kendati diketahui bahwa daerah tersebut dulunya merupakan tanah rawa.

Likuifaksi merupakan kejadian yang 'menakutkan' yang lumrahnya terjadi pasca gempa setelah tsunami.

Kembali pada fenomena likuifaksi Palu, ternyata pada 2012 sudah ada riset yang menghasilkan Peta Zona Bahaya Likuifaksi untuk daerah Palu dan sekitarnya. Dan ternyata peta tersebut sudah diserahkan pada pemda setempat menurut lansiran Tempo yang disampikan oleh peneliti Geologi Teknik dari Pusat Air Tanah Dan Geologi Lingkungan Badan Geologi, Taufik Wira Buana.

Dalam keterangannya, menurut Taufik sangat tinggi, tinggi, dan rendah. Itu probabilitas kejadiannya. Kalau tinggi, dia berpotensi sekali terjadi likuifaksi.

Kesimpulannya, secara saintifik kejadian di Palu sudah diprediksi karena beberapa tanda-tanda yang sudah didapatkan dari hasil kajian ilmiah. Namun lagi-lagi bencana alam, hanya mampu diprediksi namun timing kejadiannya sulit diperkirakan secara 'tepat'.

Berita Terkait