Wamendikdasmen Atip Latipulhayat
Klikwarta.com, Jakarta, 22 Agustus 2026 - Gempa bumi yang masih mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak 15 Agustus 2026 hingga kini berdampak besar terhadap keberlangsungan pendidikan. Sebanyak 1.378 satuan pendidikan terdampak, sehingga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus bergerak memastikan anak-anak tetap dapat belajar dengan berbagai moda pembelajaran guna memastikan keamanan murid dan guru di tengah kondisi darurat.
Saat ini pembelajaran bagi sekitar 116.324 murid terdampak. Mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi NTT, pembelajaran dilaksanakan dari rumah dan tempat pengungsian untuk menjaga keselamatan warga sekolah karena gempa susulan masih berlangsung dan sejumlah bangunan berpotensi roboh.
Kemudian dari satuan pendidikan yang telah melaporkan kondisi pembelajaran, sebanyak 923 satuan pendidikan menerapkan belajar dari rumah, 171 melaksanakan pembelajaran daring, 35 sekolah menggunakan kelas darurat, dan 30 sekolah masih melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Untuk menjaga keberlanjutan pembelajaran, Kemendikdasmen telah menerbitkan Panduan Pembelajaran di Masa Darurat yang memberikan fleksibiitas dalam moda dan materi pembelajaran, dengan penekanan pada materi esensial, literasi-numerasi dasar, serta dukungan psikosisoal. Contoh penerapannya tersedia melalui laman Rumah Pendidikan.
“Dalam situasi bencana, keselamatan dan keberlanjutan pendidikan anak harus menjadi perhatian bersama. Kemendikdasmen terus bergerak bersama pemerintah daerah dan seluruh mitra untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan, meskipun dalam kondisi darurat. Kita ingin memastikan bahwa keterbatasan akibat bencana tidak menghentikan hak anak untuk belajar dan mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, di NTT (21/8).

Kemendikdasmen menyampaikan belasungkawa mendalam atas bencana yang telah menyebabkan 72 orang meninggal dunia, termasuk tiga murid dan satu guru. Gempa juga merusak puluhan ribu rumah dan menyebabkan lebih dari 80 ribu orang mengungsi, termasuk sekitar 38 ribu warga sekolah.
Berdasarkan data Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) per 20 Agustus 2026, sebanyak 1.268 dari 1.378 satuan pendidikan terdampak telah melaporkan kondisi atau sekitar 92 persen. Dampak tersebut mencakup tujuh kabupaten, dengan 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan.
Dari 8.664 ruang kelas yang terdata, sebanyak 5.521 ruang kelas atau 63,7 persen mengalami kerusakan, termasuk 2.229 ruang kelas yang rusak berat atau total. Kerusakan juga terjadi pada laboratorium, perpustakaan, fasilitas sanitasi, dan rumah dinas guru. Sebanyak 502 satuan pendidikan dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Sejak 16 Agustus 2026, tim Kemendikdasmen telah berada di Labuan Bajo dan bergerak ke sejumlah wilayah terdampak. Bantuan awal yang dibawa antara lain 4.500 bingkisan anak, paket sembako, 800 _school kit_, dan 400 _family kit_. Bantuan telah disalurkan ke sejumlah wilayah di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Tim tambahan juga bergerak ke Ende, Nagekeo, dan Sikka.
Selain itu, untuk mendukung pemulihan kegiatan belajar, Kemendikdasmen secara bertahap menyiapkan ruang kelas darurat bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat. Sebanyak 100 tenda ruang kelas saat ini sedang didistribusikan dan diharapkan dapat mulai digunakan pada pekan berikutnya.
Dukungan juga diberikan melalui pendampingan psikososial bagi murid dan guru bersama Himpunan Psikologi, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta mitra perguruan tinggi.
Selanjutnya, Kemendikdasmen menyiapkan penyaluran 5.000 _school kit_, 1.500 _family kit_, 6.238 mebelair, 3.956 papan tulis, dan 123.522 buku. Pendampingan kepada pemerintah daerah dalam menerapkan kebijakan pembelajaran masa darurat juga terus dilakukan hingga kebijakan tersebut berakhir pada 28 Agustus 2026.
Pendataan dampak dan kebutuhan pendidikan dilakukan secara berkala melalui formulir daring dan ditampilkan secara terbuka melalui portal data BNPB, sehingga perkembangan kondisi satuan pendidikan dapat dipantau dan menjadi dasar penentuan dukungan.
Kemendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pemulihan layanan pendidikan. Dukungan diperlukan terutama untuk mempercepat pendistribusian bantuan serta pendampingan guru dan murid dalam melaksanakan pembelajaran darurat.
(Kontributor : Arif)








