Puncak Apresiasi Handai Indonesia 2026, Menteri Abdul Mu'ti : Bahasa adalah Instrumen Diplomasi

Jumat, 21/08/2026 - 18:33
Mendikdasmen Abdul Mu'ti

Mendikdasmen Abdul Mu'ti

Klikwarta.com, Jakarta - Bahasa Indonesia semakin menunjukkan perannya di kancah internasional. Sebanyak 79 negara sahabat ambil bagian dalam Festival Handai Indonesia 2026, sebuah kompetisi tingkat internasional yang menjadi wadah apresiasi sekaligus promosi bahasa dan sastra Indonesia di dunia.

Puncak Apresiasi Handai Indonesia 2026 digelar oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), di Plaza Insan, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Festival Handai Indonesia menghadirkan sejumlah kategori kompetisi, meliputi bercerita, bernyanyi, berpantun, berpuisi, dan berpidato dalam bahasa Indonesia. 

Peserta dari 79 negara mengikuti rangkaian kompetisi melalui dua mekanisme, yakni daring dan luring. Sebanyak 25 finalis dari 21 negara.

Keikutsertaan negara-negara sahabat tersebut tidak sekadar menunjukkan minat terhadap bahasa Indonesia, tetapi juga memperlihatkan bahwa bahasa dapat menjadi medium untuk membangun komunikasi, mempererat hubungan kebudayaan, serta memperkuat persahabatan antarbangsa.

.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., menyampaikan bahwa pengembangan bahasa Indonesia perlu terus dilakukan secara inovatif dan terbuka agar semakin dikenal serta digunakan oleh masyarakat internasional.

Menurut Abdul Mu'ti, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai instrumen diplomasi. Karena itu, pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia di luar negeri dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara sahabat.

“Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga merupakan instrumen diplomasi. Melalui bahasa, kita dapat membangun hubungan dan persahabatan dengan negara-negara lain,” ujar Abdul Mu'ti.

Abdul Mu'ti menjelaskan, Kemendikdasmen juga mengembangkan Kelas Bahasa Indonesia bagi diplomat negara sahabat melalui kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri. Program tersebut ditujukan bagi duta besar, diplomat, dan perwakilan negara sahabat yang bertugas di Indonesia.

Program kelas bahasa tersebut diharapkan tidak hanya membantu para diplomat dalam berkomunikasi selama menjalankan tugas di Indonesia, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas untuk memahami budaya, nilai, serta karakter masyarakat Indonesia.

Menurut Abdul Mu'ti, Festival Handai Indonesia juga memiliki arti penting sebagai ruang untuk membangun hubungan persahabatan. Melalui kegiatan bahasa, seni, dan budaya, para peserta dari berbagai negara dapat saling mengenal sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara sahabat.

“Handai Indonesia ini menjadi salah satu sarana untuk membangun hubungan persahabatan. Kita berharap bahasa Indonesia dapat menjadi penghubung yang semakin mendekatkan Indonesia dengan negara-negara sahabat,” katanya.

.

Menutup sambutannya, Abdul Mu'ti berpesan kepada para peserta yang telah menyelesaikan pembelajaran bahasa Indonesia agar tidak berhenti belajar hanya karena terpisah jarak dan negara.

Ia mendorong para peserta untuk terus menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai kesempatan serta mengembangkan program pembelajaran bahasa Indonesia di negara masing-masing.

“Jangan biarkan jarak menghalangi kita untuk terus belajar. Gunakan bahasa Indonesia dalam berbagai kesempatan. Program pembelajaran dapat dikembangkan di negara masing-masing, dan semoga berkenan menjadi penghubung antara negara,” ujar Abdul Mu'ti.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa bahasa Indonesia memiliki posisi penting sebagai bagian dari identitas dan jati diri bangsa.

“Bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga merupakan bagian dari identitas dan jati diri bangsa. Karena itu, pengembangan dan pembinaan bahasa membutuhkan kolaborasi serta partisipasi seluruh pihak,” ujar Hafidz.

.

Ia menambahkan, Handai Indonesia diharapkan menjadi bagian dari gerakan internasional untuk meningkatkan kecintaan, kebanggaan, dan kesetiaan terhadap bahasa Indonesia, tanpa mengesampingkan keberagaman bahasa daerah maupun penguasaan bahasa asing.

Puncak Apresiasi Handai Indonesia 2026 sekaligus menjadi bentuk penghargaan kepada berbagai pihak yang dinilai berkontribusi dalam mendukung program kebahasaan dan kesastraan.

Melalui Festival Handai Indonesia, bahasa Indonesia tidak hanya dipelajari sebagai sebuah bahasa, tetapi juga dihidupkan melalui kreativitas, seni, dan budaya. 

Dari Jakarta, bahasa Indonesia diharapkan terus tumbuh sebagai jembatan komunikasi, instrumen diplomasi, sekaligus penghubung persahabatan antarbangsa. 

(Pewarta : Arif)

Berita Terkait