Dua Sisi Satu Jiwa: Harmoni TNI–Rakyat Tak Lekang Waktu

Minggu, 09/11/2025 - 12:22
Kemanunggalan TNI-Rakyat, TMMD ke-126, Kodim 1426/Takalar. Satgas TMMD Terima Minuman Berenergi Untuk Penunjang Aktivitas Kerja.

Kemanunggalan TNI-Rakyat, TMMD ke-126, Kodim 1426/Takalar. Satgas TMMD Terima Minuman Berenergi Untuk Penunjang Aktivitas Kerja.
Oleh: Eris (Wartawan Klikwarta.com)

Di tengah terik matahari siang, suara cangkul bersahut-sahutan dengan tawa ringan. Seragam loreng dan kaus oblong berpadu tanpa jarak, tentara dan warga bahu-membahu memperbaiki jalan desa yang rusak. Tak ada perintah, tak ada jarak, hanya semangat gotong royong yang menegaskan satu hal: TNI dan rakyat, dua sisi dari satu jiwa Indonesia.

Sejak berdirinya Tentara Nasional Indonesia, hubungan antara prajurit dan rakyat tak pernah bisa dipisahkan. Dari awal perjuangan kemerdekaan, TNI lahir dari rahim rakyat. Mereka berjuang bersama, makan dari dapur yang sama, tidur di tanah yang sama, dan bermimpi untuk kemerdekaan yang sama.

Kini, di masa damai, semangat itu tetap hidup dalam berbagai bentuk pengabdian. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126, Kodim 1426/Takalar, para prajurit hadir di Desa Tope Jawa, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, membuka akses jalan tani sepanjang 1.465 meter dengan lebar 4 meter dibangun, disertai Pembuatan Talud sepanjang 2.930 meter, Penimbunan jalan dengan sirtu, Pembuatan gorong-gorong 5 titik dan Pembuatan Jembatan/Plat Dueckker 2 titik, hingga memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga.

“Kami tidak hanya menjaga batas negara, tapi juga menjaga harapan masyarakat”, ujar Letkol Inf Faizal Amin, S.I.P (Dansatgas TMMD ke-126, Kodim 1426/Takalar.“Kalau rakyat tersenyum, itulah kemenangan kami.”

Tni

Tak hanya itu, dalam sasaran non fisik, dengan muatan edukasi dengan pelbagai penyuluhan, mulai dari Penyuluhan Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, Kamtibmas, Hukum, Pertanian, Peternakan, Kesehatan dan Stunting.

Dalam TMMD ini, juga dipadukan dalam Program Unggulan Kasad untuk memaksimalkan kemandirian dan ketahanan nasional, seperti program Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Dg Sikki, Baco Dg Nyallang, Nurlina Dg Ngimi dan Syaharuddin Dg Sila. Kemudian, untuk meningkatkan sanitasi dan kesehatan lingkungan Pemuatan MCK dibangun di Dusun Tope Jawa dan Dusun Tope Jawa Lama.

Untuk manunggal air bersih, Pembuatan Sumur Bor dilakukan di 5 titik, yakni di Dusun Kajang, Dusun Tope Jawa, Dusun Lamangkia dan Dusun Tope Jawa Lama sebanyak 2 titik. Untuk tambahan juga dilakukan renovasi masjid dan peduli kesehatan anak stunting.

TNI bukan hanya penjaga, tapi juga penggerak kehidupan.

Suara Dari Desa

Di Desa Tepo Jawa, kedekatan TNI dan rakyat bukan hal asing. Warga kerap melihat para prajurit membantu memanen padi, ikut ronda malam, bahkan mengajari anak-anak baris-berbaris di lapangan sekolah.

Hubungan semacam itu tumbuh dari kepercayaan yang lama dijaga. TNI memahami bahwa keamanan tidak hanya diukur dari ketiadaan ancaman, tapi juga dari kuatnya ikatan antara rakyat dan penjaganya.

Terlebih pada giat TMMD ini, ratusan prajurit diterjunkan manunggal bersama masyarakat Desa Tepo Jawa. Setiap hari, kurun waktu satu bulan, pembangunan sasaran fisik dan non fisik digencarkan. Tope Jawa sedang hidup kembali, dengan denyut baru yang lahir dari kemanunggalan TNI-Rakyat.

Tni

Di titik sasaran fisik, ratusan prajurit menata batu, meratakan jalan dengan alat ecskavator dan membentuk badan jalan sepanjang 1.465 meter dengan lebar 4 meter. Suara gerak kompak berpadu dengan tawa-ritme kehidupan yang seakan tak pernah usang. Di titik sasaran pembuatan talud dan gorong-gorong pun demikian, satgas dibantu tukang berjibaku menyusun konstruksi bangunan bergantian. Setiap ketukan palu menderap semangat, tetapi juga menumbuhkan rasa: rasa syukur, rasa persaudaraan, rasa hidup yang penuh asa menanggalkan ketertinggalan.

Hari demi hari terlewati, berbagai konstruksi sasaran fisik menunjukan progres yang baik, menandakan kemajuan Desa Tope Jawa terwujud. Kemanunggalan TNI-Rakyat membuahkan hasil yang menata peradaban baru. Dansatgas pun tergerak, mulai meninjau hasil pembangunan dibeberapa titik sasaran fisik.

Dengan penuh semangat, Dansatgas menggerakan jarinya, menunjuk ke beberapa titik sudut sisi bangunan jalan dan gorong-gorong yang perlu dilakukan pembenahan, agar konstruksi bangunannya lebih maksimal. Mengingat hasil pembangunan harus berkualitas dan tahan lama untuk kepentingan masyarakat Desa Tope Jawa.

Dua Sisi, Satu Jiwa

Dunia boleh berubah, teknologi boleh memisahkan manusia dari manusia, tapi harmoni TNI dan rakyat tetap kokoh. Di setiap kegiatan sosial, di setiap kegotong-royongan, ada pesan yang sama: mereka bukan dua entitas yang berbeda, melainkan dua sisi dari satu jiwa yang sama, jiwa Indonesia.

Kades Topejawa, Arman yang akrab disapa Daeng Siantang, menyampaikan terima kasih atas kerja keras jajaran TNI melalui TMMD yang telah berlangsung sejak September hingga November 2025. “Selama ini, TNI benar-benar hadir di tengah masyarakat, membantu pembangunan dan menumbuhkan semangat gotong royong bagi warga kami,” ujarnya penuh apresiasi.

Program TMMD ke-126 di Desa Topejawa telah menghasilkan berbagai pembangunan penting, seperti pembuatan akses jalan penghubung antara Desa Topejawa dan Desa Lakatong, program bedah rumah bagi warga kurang mampu, serta pembuatan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Hasil pembangunan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tni

Dansatgas Letkol Inf Faizal Amin pun menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat selama program TMMD berlangsung. Diharapkan hasil kerja ini dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antara TNI, pemerintah daerah, dan rakyat.

Tope Jawa kini bukan lagi desa yang sunyi di ujung pesisir. Ia telah menjadi simbol bahwa kemajuan bisa tumbuh dari bawah, dari tangan-tangan yang bersatu dalam visi yang sama. Bukan karena proyek besar, tapi karena semangat bersama yang menyalakan kehidupan.

Di sisi lain, Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya dengan adanya pelaksanaan TMMD di Kabupaten Takalar tahun 2025.

“Kegiatan TMMD di Takalar diharapkan memiliki manfaat yang seluas-luasnya dalam rangka percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya dalam pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga dengan program ini akan semakin memperkuat jaringan sosial, meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta Mengembangkan potensi ekonomi lokal”, ujarnya.

Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko juga mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat, khususnya jajaran TNI dan Polri, maupun pemerintah daerah dan masyarakat setempat yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam membantu mempercepat pembangunan di daerah.

Penekanan pentingnya sinergitas antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan di wilayah pedesaan.

Harapannya agar fasilitas umum dan sarana prasarana yang telah dibangun melalui kegiatan TMMD ke 126 ini dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara optimal oleh masyarakat setempat.

“Pesan kami untuk terus menjaga ketahanan wilayah, melalui penguatan persatuan dan semangat gotong royong sebagai modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa ke depan”, tegasnya.

TMMD ke-126 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan positif yang berdampak langsung pada kehidupan warga Desa Tope Jawa.

Terpisah, Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-126 Brigjen TNI Yudi Pranoto, SH., MM mengatakan bahwa Pengawasan dan evaluasi TMMD ke-126 tahun 2025 yang saat ini sedang berjalan bertujuan untuk mengukur kinerja organisasi satuan tugas TMMD mulai tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan sampai dengan pengakhiran dengan harapan agar kegiatan TMMD dapat berjalan secara optimal, efektif dan efisien.

"TMMD dilaksanakan melalui kegiatan sasaran fisik maupun non fisik guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan khususnya daerah yang terpencil, tertinggal, terisolasi, daerah perbatasan/pulau-pulau terluar dan daerah kumuh perkotaan tergolong serta daerah lain yang terkena akibat bencana," ucapnya.

Kedekatan ini adalah cermin nilai luhur yang ditanamkan sejak awal: TNI berasal dari rakyat dan untuk rakyat. Nilai itu menjadi kompas moral yang menjaga hubungan ini tetap harmonis meski zaman berubah.

Membuka Awal Baru

Sore tiba. Mentari mulai condong ke barat, menciptakan bayangan panjang di atas air tambak. Ketika semangat bangkit dari reruntuhan dan harapan menemukan jalannya kembali.

Desa ini memang telah menemukan jati dirinya kembali. Dalam kebersamaan, mereka menemukan kekuatan. Dalam kemanunggalan, mereka menemukan arah. Dan dalam harapan, mereka menemukan nafas baru untuk terus melangkah ke depan.

Asa Desa Tope Jawa kini bukan lagi sekadar mimpi di atas kertas. Ia telah menjelma menjadi kenyataan hidup, berdenyut, dan terus tumbuh bersama orang-orang yang mencintainya.

Beberapa tahun lalu, Tope Jawa nyaris tenggelam dalam keterbatasan. Jalan rusak, listrik tak stabil, dan air bersih sulit diperoleh. Warga hidup dari laut dan tambak dengan penghasilan yang tak menentu.

Kondisi itu mulai berubah ketika tersentuh program TMMD. Perlahan, warga mulai membangun kembali keyakinan bahwa kemajuan bisa tumbuh dari desa sendiri.

Setelah ketertinggalan dan keterisolasian menghimpit, kini warga Desa Tope Jawa kembali berdiri. Rumah-rumah tak layak huni kini perlahan berdiri tegak, berdinding beton, berlantaikan cor dan bercat khas TNI. Jalan desa membaik, pelbagai sektor perekonomian desa mulai bangkit.

Menjadi awal baru, sinergi antara TNI dan rakyat di Desa Tope Jawa menjadi gambaran kecil dari wajah Indonesia yang sesungguhnya, bangsa yang tak menyerah, bangsa yang tumbuh dari kebersamaan.

Tidak ada yang lebih kuat dari tangan-tangan yang saling membantu, tidak ada yang lebih indah dari senyum yang lahir setelah perjuangan.

Tni

Rusdi (penerima rehab RTLH), mengaku bersyukur atas sentuhan pembangunan lewat prajurit TNI. Baginya, memiliki rumah bagus seperti mimpi, dan mimpi itu diwujudkan satgas TMMD hanya kurun waktu satu bulan.

“Rumah kami disulap menjadi layak huni, keseluruhan dibenahi, bahkan lantai dicor beton. Terimakasih bapak-bapak TNI, atas bantuannya”, ungkapnya penuh haru bahagia.

Hari mulai beranjak sore, dan di langit tampak warna oranye lembut. Warga duduk di tepi gorong-gorong yang baru dibangun, menatap aliran sungai yang kini mengalir tenang. Di wajah mereka, tak ada lagi keluhan, yang ada hanya rasa syukur dan optimisme.

“Membuka awal baru,” bagi mereka, bukan hanya tentang membangun kembali apa yang rusak, tapi tentang menemukan kembali makna hidup: bahwa selama ada harapan dan kebersamaan, tidak ada yang tak bisa diselesaikan.

Hubungan antara TNI dan rakyat telah lama menjadi fondasi ketahanan bangsa. Namun, di era modern dengan berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan digital, sinergi itu perlu terus diperkuat dan diperbarui. TNI menghadirkan wajah baru: lebih dekat, lebih terbuka, dan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

Dengan semangat persatuan dan gotong royong, TNI dan rakyat menjadi dua kekuatan yang tidak terpisahkan dalam menjaga keutuhan dan masa depan bangsa. (*)

Berita Terkait