Reses di Jabon, Hari Yulianto Soroti Tingginya Permintaan Pelatihan Digital dan Keterampilal

Kamis, 30/07/2026 - 11:42
Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Hari Yulianto, saat reses di Balai Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (28/7/2026)

Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Hari Yulianto, saat reses di Balai Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (28/7/2026)

Klikwarta.com, Sidoarjo - Arah aspirasi masyarakat Sidoarjo mulai bergeser. Jika sebelumnya didominasi keluhan infrastruktur, kini warga lebih banyak meminta program pemberdayaan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Hari Yulianto, saat reses di Balai Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (28/7/2026).

"Kalau aspirasi banyak ya, terutama memang terkait dengan infrastruktur. Kalau infrastruktur sudah umum, reguler, setiap saat hampir selalu begitu. Tapi belakangan ini, hampir di setiap reses itu banyak aspirasi terkait dengan pemberdayaan," kata Hari.

Reses kali ini merupakan titik ketiga. Menurutnya, usulan pemberdayaan paling banyak datang dari pemuda dan kelompok perempuan.

"Pemberdayaan baik untuk pemuda, rata-rata di digital marketing dan sekitarnya. Kemudian pemberdayaan untuk ibu-ibu, ada banyak permintaan pelatihan kue, pelatihan menjahit, sampai pelatihan kecantikan. Itu cukup banyak di reses-reses kita," jelasnya.

Hari menyebut, pergeseran aspirasi ini tidak lepas dari persoalan pengangguran dan PHK yang masih melanda Sidoarjo.

"Tadi sebelum reses juga banyak dibicarakan soal PHK. Ini memang problem serius yang tidak bisa diselesaikan dengan mudah. Kita butuh penanganan yang komprehensif. Karena itu kami terus mendorong UMKM, mulai dari pendampingan pendirian usaha sampai bantuan pengurusan perizinan," ujarnya.
  
Politisi PDIP itu memastikan seluruh usulan warga akan diproses sesuai prosedur. Ia bahkan membuka peluang mengintegrasikannya dengan program partai.

"Pasti kita proses sesuai prosedur yang ada. Bahkan beberapa mungkin saya akan lebih berinisiatif juga karena kebetulan saya ketua partai, sehingga bisa kita kombinasikan dengan program-program PDI Perjuangan," ungkap Hari.

Namun, ia mengakui tantangan terbesar saat ini adalah akses permodalan. Banyak pelaku UMKM dan peternak yang ragu mengajukan kredit ke Bank Jatim di tengah ketidakpastian ekonomi.

"Kalau permodalan memang secara regulasi masih ada keterbatasan. Untuk peternakan juga sama, kami berikan bimbingan teknis. Beberapa kami arahkan memanfaatkan kredit di Bank Jatim, tetapi situasi ekonomi saat ini membuat tidak semua masyarakat berani mengakses pembiayaan," tuturnya.

Selain pemberdayaan, warga Trompoasri juga menyampaikan sederet usulan lain. Mulai dari pembangunan gedung Posyandu, penambahan timbangan bayi dan alat cek kolesterol, pelatihan digital serta mesin pengolah sampah untuk Karang Taruna.

Ada pula permintaan perbaikan jalan pertanian, bantuan pompa air dan sumur bor bagi petani, bantuan pendidikan bagi siswa yang menunggak, hingga pengaspalan jalan lingkungan.

"Semua aspirasi yang masuk tentu akan kami kawal agar bisa direalisasikan sesuai mekanisme dan kewenangan yang ada," pungkas Hari. (**) 

Berita Terkait