Dansatgas Kolonel Inf. Widi Rahman mengarahkan satgas TMMD memastikan konstruksi pembuatan plat duiker berjalan baik dan hasilnya maksimal.
Oleh: Like Jansen Supanser (Wartawan Klikwarta.com)
Bundaran Cahaya itu mulai muncul di ufuk timur, menghangatkan pagi. Perlahan, ronanya menyilaukan, bak kepingan surga menembus sanubari. Mustahil menggapainya, namun, binar cahayanya dirindukan. Pancaran sinarnya yang melimpah menjadi sumber energi kehidupan. Suasana jumpa yang tak terlupakan, melukiskan titik temu Kemanunggalan TNI-Rakyat.
Pagi yang hening di Desa Tengah Padang, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah (benteng), pecah oleh suara escavator dan bulldozer. Beriring derap langkah ratusan prajurit menggema di ujung jalan desa.
Mereka prajurit TNI dari angkatan darat (AD) dan angkatan laut (AL) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 Kodim 0407/Kota Bengkulu, yang dikomandoi Dansatgas Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si.
Dengan tatapan tajam, tegas dan berwibawa, Dasatgas menderap semangat ratusan prajurit itu. Dua alat berat dikerahkan di titik 0 Km, memulai pekerjaan sasaran fisik, bergerak mengeruk lumpur jalan setapak kebun desa. Semak belukar disingkirkan, pohon kelapa sawit dan karet ditumbangkan membentuk jalur jalan baru seluas 8 meter.
Di titik dataran rendah, aliran air sungai kecil terhalang lumpur, pelepah dan ranting pohon, beranjak escavator menjulurkan katrolnya mengeruk membentuk aliran yang lebih luas. Dengan komando prajurit, seluas 1 meter jalur air terbentuk, aliran air kembali lancar tanpa hambatan. Di sekitarnya, jalur siring pun dibentuk, mengantisipasi tersumbatnya aliran air.
Memastikan rata jalan yang tepat, tebing curam setinggi 3 meter juga dipangkas escavator, akar besar pohon dilumatkan di sisi jalan, bebatuan dialihkan ke sisi kubangan sebagai penguat bakal lintasan jalan.
Mengiring pembentukan jalan itu, blade bulldozer terus mendorong tanah ke samping kanan dan kiri, memastikan sudut kemiringinan tepat, lintasan jalur jalan terus dikikis hingga rata.
Menyaksikan ratusan prajurit penuh semangat membangun desanya, masyarakat Desa Tengah Padang berbondong-bondong turut membantu. Dipimpin langsung oleh Kades Arshandi (51), mereka bergegas mengambil peralatan yang ada, masyarakat desa manunggal bersama satgas TMMD berjibaku gotong royong membuat jalan baru itu.
“Giat TMMD ini menjadi titik temu kemanunggalan TNI-Rakyat, teriring impian pemerataan pembangunan yang telah lama dinanti, alhamdulillah, impian masyarakat terkabul”, ungkap Kades Arshandi dengan mimik wajah bersyukur.
Sepekan berlalu, jalur jalan itu terbentuk membentang 1.781 meter dengan lebar 8 meter.
Fajar menyingsing, penggarapan sasaran fisik dilanjutkan dengan pembangunan dua unit plat duiker, satu unit gorong-gorong serta pengerasan jalan seluas 4 meter. Aku melihat cucuran keringat para prajurit membahasi kaos loreng yang mereka pakai, yang tanpa lelah terus menjamur adonan pasir dan semen untuk pembuatan plat duiker.
Walau panas terik seiring ibadah puasa Ramadan mereka jalani, mereka tetap bekerja tanpa mengeluh bahkan dengan candaan-candaan antar mereka namun tetap serius, membuat pekerjaan yang mereka garap. Haus, lapar tidak dirasakan.
Terbagi beberapa regu, di titik plat duiker, satgas dibantu tukang merapikan rakitan besi, papan cor dan tiang penyanga (dolken kayu) yang sudah di siapkan sebelumnya. Tak lama kemudian, prajurit bergegas mengaduk semen dan batu split dalam molen cor beton, memastikan adukan cor menyatu dengan kuat. Selanjutnya, dengan gerobak dorong artco dan ember, mereka berjibaku melakukan pengecoran.
Di tempat lain, katrol escavator digerakkan mengangkat gorong-gorong dengan simpul yang kuat ke arah jalur gorong-gorong, tersusun presisi, memanjang sesuai arah aliran air. Prajurit dan masyarakat penuh tenaga memastikan sudut penyusunan itu.
Dansatgas Kolonel Inf Widi yang menyaksikan itu, turut memberikan petunjuk prajurit untuk memakai seutas kayu kusen mencongkel deameter gorong-gorong agar lurus persisi. Selama satu jam, akhirnya penyusunan gorong-gorong itu selesai, dilanjutkan memasang rakitan besi diatasnya dan mulai melakukan pengecoran beton rata lintasan jalan.
Beranjak siang, Dansatgas memastikan pengerjaan sasaran fisik sesuai rencana. Droping material disepanjang jalur lintasan jalan baru dilakukan, pengerasan jalan dimulai. Ratusan prajurit dikerahkan berjajar rapi di pinggir jalan, mastikan ukuran dan pengerasan jalan selebar 4 meter berjalan lancar.
Masyarakat pun tak tinggal diam, turut serta mengambil bagian memastikan tidak ada kubangan dalam endapan lumpur jalan. Pengerasan jalan itu dipastikan untuk mudah dilewati, batuan koral ditata dengan baik dan dipadatkan dalam tanah lintasan jalur jalan baru.
“Pembuatan jalan baru ini sesuai aspirasi masyarakat desa, selain memudahkan akses dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebuan, jalan ini juga memangkas waktu tempuh ke desa tetangga, yang biasanya butuh waktu 30 menit, namun saat ini cukup dengan waktu 5 menit saja”, jelas Dansatgas sembari meninjau ketersediaan material untuk merampungkan sasaran fisik itu selama 1 bulan.
Lanjutnya, “Aspek sasaran dalam TMMD ini juga membantu pemerintah daerah dalam pemerataan pembangunan, dengan gelontoran dana Rp1,5 miliar. Targetnya, ekonomi kian bangkit dan masyarakat semakin sejahtera. Mengingat mayoritas, masyarakat di Desa Tengah Padang merupakan petani kelapa sawit dan karet”.
“Dengan adanya jalan baru ini, otomatis hasil panen masyarakat mudah diangkut dan mengeluarkan masyarakat dari kesulitan menjual hasil pertaniannya”, sambungnya menguraikan pandangannya terkait prospek desa.
Mengapresiasi hal itu, Eriklana (33), petani sawit, mengaku lega dengan adanya jalan baru di desanya ini. Terlebih, jalan itu menyasar area perkebunan masyarakat.
“Hasil panen kami, bisa langsung ditimbang di pinggir jalan baru ini, sebab truk pengangkut kelapa sawit bisa masuk ke area jalan ini. Kami sangat bersyukur sekali, berkat TMMD, masyarakat Desa Tengah Pandang semakin maju ke depannya”, ucapnya.
Senada dikatakan, Kamal (27), petani karet, dengan jalan baru ini, maka dirinya bisa langsung menjual hasil panennya. “Jalan baru ini menjadi lintasan baru para juragan karet maupun kelapa sawit, karena truk dan mobil pengangkutan bisa masuk ke area jalan ini dengan mudah”, jelasnya sembari mengucap, ‘TNI Padek Nian’ (TNI bagus banget) dengan mengacungkan jempolnya.
-
Mimpi yang Terkabul
Hari berganti, deru semangat masih berkobar dalam kemanunggalan ratusan prajurit TNI dan masyarakat Desa Tengah Padang. Bersiap dalam sasaran fisik tambahan, mereka memantapkan kemanunggalan, melanjutkan aksi gotong royong di berbagai lokasi sasaran TMMD, salah satunya merehab RTLH (Rumah Tak Layak Huni) milik pasutri Raqib (29) dan Welizah (25) yang memiliki buah hati Brama Wirawijaya (3) dan ibunya Rahmani (73).
Dengan hidup penuh kesederhanaan, Raqib yang berprofesi sebagai buruh serabutan cukup gigih menghidupi keluarganya yang serba kekurangan.
Siang itu, dirinya terperangah, rumahnya yang reot berdinding papan, atap seng dan bertiang kayu, dengan ukuran 3 meter x 6 meter itu mendadak didatangi puluhan prajurit TNI, dibantu beberapa orang tukang, mulai melakukan pembongkaran.
Raqib dan keluarganya sejenak tertegun, meski sudah terkondisi dalam target sasaran TMMD, namun dirinya masih seolah tidak percaya menerima bantuan itu. Ya, segenap mimpi dan doanya terkabulkan dengan suasana haru bahagia. Bertahun-tahun sudah, ia tinggal dirumah reot itu, mendadak semuanya dibongkar habis oleh prajurit TNI.
Dibentuk ulang, pondasi rumah lebih luas, tiang-tiang rumah dicor beton, dinding dipasang bata permanen. Rumahnya yang reot itu disulap satgas TNI layak huni, menjadi rumah permanen yang kokoh.
“Kami sangat bersyukur, berkat TNI mimpi kami terkabul, memiliki rumah lebih layak”, ucapnya lirih berlinang air mata bahagia.
Dansatgas Kolonel Inf Widi mengungkapkan, rehab RTLH ini juga merupakan wujud TNI dalam menjawab kesulitan masyarakat.
“Dengan dukungan berbagai pihak, alhamdulillah kita dapat mewujudkan mimpi warga memiliki hunian yang layak”, ujarnya didampingi unsur Forkopimda Bengkulu Tengah yang turut menyaksikan pembongkaran awal rehab RTLH itu.
-
Ketahanan Desa
Pagi bersambut kabut tipis menyelimuti. Kokok ayam bersahutan, menandakan waktu pagi yang cerah. Sayup-sayup terdengar komando Dansatgas dengan ratusan prajuritnya dan puluhan masyarakat di kebun desa. Mereka bersiap melakukan penanaman padi gogo di lahan seluas 2 hektare.
Benih padi yang telah disiapkan dalam wadah keranjang bambu kecil, dibagikan satu persatu kepada prajurit dan warga, begitupun dengan tongkat tonjo juga dibagikan.
Berjajar rapi, prajurit yang memegang tongkat tonjo memulai pekerjaannya membuat lubang-lubang kecil ditanah secara sejajar dan berurutan. Langkahnya diikuti seluruh prajurit dan warga yang mengegerakkan penaburan benih disetiap lubang tanam.
“Pastikan, penaburan benih tapat dan lubang tanam jangan telalu dalam”, komando Dansatgas Kolonel Inf. Widi yang turut serta memulai penanaman diikuti unsur Forkopimda Benteng, prajurit dan masyarakat.
Dalam penanaman itu, ketepatan lubang tanam dan penaburan benih diperhatikan untuk memastikan tumbuh kembang padi gogo sesuai yang diharapkan.
“Penanaman padi gogo ini dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan desa, sehingga swasembada pangan terwujud”, ungkap Dansatgas.
Selesai melakukan penanaman itu, Dansatgas bergegas menuju area pembuatan sumur bor di 5 titik, yakni, dua titik di Dusun 1, satu titik di Dusun 2, satu titik di Dusun 3 Desa Tengah Padang dan di satu titik di Dusun 2 Desa Jayakarta.
“Memastikan manunggal air bersih di desa juga terwujud. Satgas TMMD mewujudkannya dengan membangun sumur bor. Ini juga untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau, mengingat diwaktu kemarau, air bersih sulit didapatkan masyarakat desa”, jelasnya.
"lokasi titik sumur bor, ada yang di gerbang desa, samping masjid, area sekolah, kantor desa dan lain-lain”, urainya sambil beranjak menuju lokasi penanaman pohon.
Sebagai ketahanan desa, lanjut Dansatgas, pelestarian lingkungan juga dilakukan, dengan menanam pohon buah-buahan sebanyak 200 bibit diarea pekarangan warga, sekolah-sekolah, pinggir lapangan dan lain sebagainya.
“Selain membuat suasana desa lebih sejuk, ke depan masyarakat desa juga dapat menikmati hasil buahnya”, kata Dansatgas mengakhiri aktivitas peninjauannya di lokasi TMMD siang itu.
-
Dampak Positif
Sasaran fisik itu menggeliatkan roda perekonomian masyarakat, memberikan dampak positif dalam kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat desa.
Lantas, Bupati Bengkulu Tengah Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP menjelaskan program TMMD ini, dapat menggerakkan roda perekonomian dan mensejahterakan masayarakat desa Tengah Padang ke depan, sebab, selain memudahkan akses, juga mengembangkan potensi desa yang ada.
"Program TMMD ke-123 diharapkan juga bisa membantu membuka isolasi antar desa, sehingga semakin meningkatkan roda perekonomian daerah," beber Bupati Rachmat.
Menurut Rachmat, keberadaan TMMD ke-123 ini juga sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk peningkatan ekonomi.
"Kegiatan ini merupakan hasil sinergitas antara TNI, Polri dan pemerintah daerah dalam mewujudkan impian masyarakat yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.
Tambahnya, sinergi itu dirasa sangat membantu pemerintah daerah, terlebih manfaatnya bagi masyarakat Desa Tengah Padang khususnya dan Kabupaten Benteng pada umumnya.
"Mewakili pemerintah daerah, saya sangat berterima kasih atas apa yang dilakukan mitra kita TNI khususnya Kodim 0407/Kota Bengkulu melalui TMMD ke-123 ini," katanya.
Di sisi lain, Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, mengatakan, TMMD yang dilaksanakan oleh satuan kewilayahan sebagai satuan penugasan, bertujuan untuk membantu pemerintah daerah kabupaten ataupun kota dalam percepatan pembangunan.
“Mari kita tumbuhkan semangat kebersamaan, gotong royong, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat”, ajaknya.
Sementara itu, Danrem 041/Gamas Brigjen TNI Rachmad Zulkarnaen, mengungkapkan program TMMD ini merupakan kemanunggalan TNI dan Rakyat, semua elemen masyarakat bersatu padu dalam kekompakan, mewujudkan pemerataan pembangunan.
“Ini menjadi langkah besar menuju kemajuan, pembangunan dari desa mewujudkan Indonesia Emas 2045”, tegasnya.
Di lain waktu, Ketua tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Kolonel Inf. Raden Dadang Lesmana mengapresiasi kinerja dari kerja keras Satgas TMMD ke-123 ini. Serta pentingnya sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam mensukseskan program TMMD ini. Pembangunan berupa pengerasan jalan dan salah satunya RLTH, pembuatan sumur bor, ketahanan pangan dan penanaman pohon.
“Pembangunan fisik ini merupakan wujud kerja sama antara TNI dengan Pemerintah Daerah setempat,” ungkapnya saat melakukan peninjauan.
Dengan adanya program TMMD ini, diharapkan akses infrastruktur semakin baik dan kesejahteraan masyarakat di desa meningkat secara signifikan. TNI AD hadir untuk memberikan bantuan. Kemudian dalam pembinaan teritorial membangun, membuat insfratruktur, dalam memenuhi sarana prasarana fasilitas yang dibutuhkan masyarakat. Dalam rangka untuk ketahanan nasional, dikarenakan ketahanan Nasional yang meliputi ketahanan ekonomi yang dapat meningkatkan pembangunan infrastruktur.
"Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya evaluasi dan optimalisasi pelaksanaan TMMD agar berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Semoga kegiatan seperti ini dapat berkesinambungan," demikian Lesmana.
-
Mendorong SDM Unggul Berkelanjutan
TMMD bukan hanya untuk sasaran fisik saja, namun juga dilakukan giat sasaran non fisik untuk mendorong sumber daya manusia (SDM) unggul yang berkelanjutan. Supaya, kemajuan dan perkembangan perekonomian masyarakat di desa selaras dengan cita-cita bangsa Indonesia.
Dansatgas Kolonel Inf Widi menjabarkan, melalui berbagai penyuluhan dan pelayanan gratis dilakukan Satgas TMMD, dengan menggandeng berbagi instansi pemerintahan di Kabupaten Benteng.
Penyuluhan itu yakni, penyuluhan Wasbang, memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk lebih cinta tanah air Indonesia, dengan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, serta mendorong semangat belajar generasi penerus bangsa untuk kemajuan Indonesia.
Selanjutnya, penyuluhan Narkoba, agar masyarakat paham zat-zat terlarang dan terhindar dari peredaran narkoba yang merusak generasi bangsa.
Di samping itu juga dilakukan penyuluhan Hukum, sebagai upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk sadar hukum, sehingga berbagai persoalan yang terjadi didesa dapat diatasi dengan baik dan terkawal dengan adanya pengetahuan hukum yang berlaku.
Kemudian, penyuluhan Pertanian, sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tengah Padang. Dengan pengetahuan yang cukup disekor pertanian, diharapkan dapat memacu geliat perekonomian masyarakat Desa Tengah Padang ke depannya.
Tak hanya itu, sebagai upaya memaksimalkan pelestarian lingkungan dan hutan. Juga diadakan penyuluhan Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ini dimaksudkan agar masyarakat selalu menjaga lingkungan, semisal dari pencemaran, kebakaran hutan dan lain-lain yang dapat menimbulkan masalah lingkungan.
Sejalan dengan penyuluhan itu, Satgas TMMD juga mewujudkan edukasi dan pelayanan nyata secara gratis. Bersama, anggota Persit KCK, Satgas TMMD melakukan pelayanan KB kesehatan gratis, pencegahan Stunting, pelayanan Posyandu dan Posbindu PTM.
Dalam pelayanan KB Kesehatan gratis, masyarakat terutama ibu-ibu didesa diimbau untuk mewujudkan keluarga Indonesia sehat, dengan mempunyai 2 anak cukup.
Sementara, untuk kesehatan sang buah hati, masyarakat diajak rutin mengecek kesehatan bayinya melalui pelayanan Posyandu dan Posbindu PTM, sehingga anaknya semakin sehat dan terhindar dari berbagai penyakit menular.
Para ibu-ibu hamil didesa juga diajak memakan-makanan bergizi dan memberikan nutrisi yang cukup bagi calon bayinya, agar kelak anaknya dalam kelahiran sehat dan terhindar dari stunting.
Kemanunggalan TNI-Rakyat semakin kokoh, kelangsungan hidup masyarakat Desa Tengah Padang semakin baik ke depan. Berkat TMMD, sejumlah kesulitan masyarakat berhasil diatasi, merubah keadaan, menitikan kerinduan atas perjuangan TNI dan rakyat. (*)








