Sekretaris PMI Kabupaten Malang Aprillijanto
Klikwarta.com, Malang - Kebijakan Pemerintah meliburkan sekolah di Kabupaten Malang untuk antisipasi penyebaran virus corona, berdampak pada ketersediaan darah bagi Palang Merah Indonesia (PMI). Lantaran, pasokan stok darah banyak yang berasal dari pelajar.
"Kebijakan Pemerintah meliburkan Sekolah ini, berdampak pada pasokan darah, karena berdasarkan catatan PMI Kabupaten Malang, pelajar masuk pada kategori pendonor darah terbanyak", kata Sekretaris PMI Kabupaten Malang, Aprillijanto, Selasa (17/3/2020).
”Yang pasti pendonor darah terbanyak kalangan masyarakat umum, ke dua pelajar dan disusul ASN,” sambungnya.
Lanjutnya, dalam sebulan darah yang harus ditransfusikan kepada pasien yang membutuhkan ditaksir mencapai dua ribu kantong bahkan bisa lebih, satu kantong berisikan 300 mili liter. "Dan alhamdulillah kami tidak pernah kewalahan stok" sebutnya.
"Namun, sejak adanya isu virus corona, stok darah yang ada di PMI Kabupaten Malang mulai menipis, sebab minat dari pendonor berkurang, ditambah lagi Sekolah diliburkan, otomatis ini membatasi dan menyebabkan jumlah pendonor juga semakin sedikit", kata Aprilijanto.
Hal ini terbukti sejak Senin (16/3/2020) kemarin, ada empat agenda donor darah yang dilakukan PMI Kabupaten Malang terpaksa harus dibatalkan karena warga merasa khawatir jika mendonorkan darah mereka akan tertular covid-19, katanya.
Guna mengantisipasi kemungkinan hal terburuk karena menipisnya stok darah, Aprillijanto mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang agar membuat kebijakan untuk mewajibkan ASN mendonorkan darahnya. Sehingga, pasokan darah PMI tetap aman sesuai kebutuhan pasien.
(Pewarta : Edi)








