Foto : Istimewa
Klikwarta.com, Nias Utara - Standar orang bahagia tentunya bermacam-macam, di ujung Utara Pulau Nias ada sekelompok warga komunitas Adat Terpencil (KAT) yang selalu hidup bahagia dengan segala keterbatasannya. Bagi mereka hidup bahagia tidak hanya milik orang kaya saja.
Perjalanan kami dimulai dengan akses kelokasi KAT yang sangat ekstrim, ditengah perjalanan hujan mulai turun memecah sunyi menyatu dengan udara yang dingin.
Setelah sampai dilokasi, kami langsung disambut dengan hangat. Senyum tak henti-hentinya terlihat dari wajah warga KAT yang menyapa. Salah satunya Agus Lina Hulu. Penampilan nya sangat sederhana tatapan matanya berbinar dan bibirnya selalu tersenyum. Ucapan pertama yg diucapkan adalah rasa syukur dan terimakasih kepada pemerintah yang sudah memberikan bantuan kepada warga KAT yang ada di daerahnya.
Hujan mulai reda,aroma khas tanah yang menguar saat hujan turun terasa sangat harum. Kami duduk melingkar setara degan warga KAT. Dengan kondisi susah sinyal, kami tidak sering-sering mengecek gadget. Jadi sepenuhnya bisa bercerita tentang kehidupan mereka di lokasi KAT.
Agus lina hulu yang sapaan akrabnya Ina fance ini banyak bercerita tentang kondisi Warga KAT setelah mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos)
"Kami ingin sejahtera, bantuan yang diberikan Kemensos ini sangat bermanfaat untuk hidup kami" ungkapnya
Lebih lanjut ia menyampaikan jika di tempatnya sekarang sudah ada Balai sosial, air bersih dan MCK.
"Semenjak ada bantuan dari Kemensos hidup kami warga KAT Faekhuna'a banyak berubah, punya air bersih dan MCK, Balai sosial juga kita manfaatkan untuk berkumpul. Kita juga dapat barang-barang kebutuhan rumah" tambahnya
Hidup warga KAT Faekhuna'a sedikit demi sedikit menunjukkan perubahan, mereka juga mendapatkan bantuan stimulan Pemberdayaan budidaya ikan lele. Selain bisa dikonsumsi nantinya ini akan menjadi nilai ekonomis bagi mereka untuk menambah penghasilan.
Dari pertemuan kami dengan warga KAT Faekhuna'a ada dua elemen penting yang kami dapat yaitu Komunitas adat yang harus tetap terjaga dan Pemberdayaan.
Dua sisi yang saling melengkapi tetap menjaga kelestarian adat dan juga harus keluar dari kepungan modernitas yang tak bisa dihindarkan melalui pemberdayaan.
(Kontributor : Arif)








