Foto hanya ilustrasi
Klikwarta.com, Bengkulu - Terkait informasi soal gempa, tsunami dan gelombang tinggi dijelaskan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kukuh Ribudiyanto bahwa saat ini wilayah Provinsi Bengkulu masih dalam kategori aman, namun tetap waspada.
"Soal gempa tidak bisa diprediksi. Namun, ketika terjadi gempa kita bisa memberikan info berapa kekuatannya. Sementara terkait Tsunami, BMKG bisa memberikan prediksi, itupun pada klasifikasi tertentu", ucap Kukuh Ribudiyanto saat dihubungi media ini, Minggu (19/12/2019).
Ia menjelaskan, terkait beredarnya isu-isu tsunami di Bengkulu, bahwa hal itu tidaklah benar. "Mungkin yang dimaksud adalah gelombang tinggi, bukan tsunami. Sebab, tsunami hanya bisa diprediksi setelah terjadi gempa. Sedangkan untuk gempa tidak bisa diprediksi. Maka, apabila ada isu terkait tsunami, hal itu tidaklah benar", jelasnya.
Lanjutnya, untuk gelombang tinggi diwilayah Bengkulu masih dalam kategori sedang, namun tetap waspada. "Diperairan Bengkulu-Enggano, gelombang masih dalam ketinggian sekitar 1-2 meter. Untuk pesisir pantai masih dibawah itu, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan, namun tetap waspada", sampainya.
Sementara terkait potensi-potensi terkait gempa yang mengakibatkan tsunami. Dijelaskan Kukuh, bahwa potensi tsunami bisa terjadi apabila gempa diatas 7.0 Skala Richter (SR) terjadi dengan kategori gempa dangkal di laut.
"Jadi, tsunami kemungkinan hanya bisa terjadi ketika ada gempa diatas 7.0 SR. Itupun apabila lempengan terhempas naik ke atas sehingga mendorong air laut naik ke atas. Apabila gempa besar terjadi hanya mengakibatkan pergeseran lempengan dan retakan, hal itu belum tentu memicu terjadinya tsunami", terangnya.
Diterangkannya lagi, lempengan berada di Barat Laut Bengkulu, jadi potensi gempa besar memang terjadi di laut. "Beberapa waktu terakhir gempa yang terjadi di wilayah Bengkulu berkekuatan rata-rata 5.0 SR. Artinya, hal itu cukup menguntungkan dimana lempengan yang didesak dari barat sedikit-sedikit energinya akan berkurang. Jadi potensi gempa yang lebih besar kemungkinan tidak akan terjadi", jelasnya lagi.
Disebutkannya, potensi gempa di wilayah Bengkulu biasanya diakibatkan dari lempengan sebelah barat laut Bengkulu, jalur Bukit Barisan dan juga jalur bawah Kabupaten Kepahiang dan Curup. "Gempa besar biasanya berpotensi terjadi dari lempengan utama sebelah barat laut Bengkulu, sementara potensi gempa kecil bisa terjadi dari jalur Bukit Barisan dan juga jalur bawah kabupaten Kepahiang dan Curup", sebutnya.
Ditambahkannya, kepada masyarakat Bengkulu untuk tidak mempercayai informasi yang belum tentu kebenarannya.
"Jadi kita wajib waspada saja, terkait informasi-informasi yang beredar yang belum tentu kebenarannya, saya imbau untuk tidak mempercayainya", tegas Kukuh.
Terkait Tanah Longsor, Banjir, Cuaca Ektrem, Kukuh juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan update informasi bisa melalui situs resmi BMKG. (Red/LJ)








