Rumah almarhum Solikin korban meninggal dunia tertimpa tutup keong SDN Gadon kecamatan Cepu kabupaten Blora.
Blora, Klikwarta.com - Suasana duka masih menyelimuti kediaman Solikin di Dukuh Ningalan Desa Kedungtuban kecamatan Kedungtuban kabupaten Blora pada Sabtu (22/7/2023). Tampak terlihat ada bekas tempat tumpeng dari bambu diatas genteng rumah yang berdinding kayu jati dan berlantai tanah tersebut.
Kerabat dan tetangga korban masih menyimpan kesedihan atas kepergian Solikin pekerja yang meninggal dunia akibat tertimpa tutup keong SDN 1 Gadon kecamatan Cepu kabupaten Blora.
Namun berbeda dengan orang tua Solikin bernama Dasir (54). Ia tampak tenang dan ikhlas saat penanggung jawab proyek dan dua anggota Reskrim Polsek Cepu mendatangi rumahnya. Kedatangan polisi dan penanggung jawab proyek tersebut untuk menyelesaikan dan menandatangani surat pernyataan bahwa peristiwa ini diselesaikan secara kekeluargaan.
Baca: Satu Pekerja Meninggal Dunia dan Satu Luka Akibat Tertimpa Gedung Lama SDN 1 Gadon Cepu
Dasir, menceritakan, jika sampai ia meninggal dunia, Solikin belum mau menikah. Ia masih betah hidup membujang. Meski usianya sudah 34 tahun.
Dasir mengaku, anaknya dikenal baik, jarang keluar rumah dan terkenal pendiam.
"Sebelumnya ia juga tidak pernah bekerja keluar, dia suka dirumah," ujar Dasir.
Saat ditawari pekerjaan, didekat rumah, anaknya juga tidak tertarik sama sekali.
"Tetapi 5 hari lalu, saat diajak kerja ke Cepu oleh temannya, dia malah semangat. Malah terlihat sangat senang," kenang Dasir.
Dasir mengaku, sebelum hari nahas itu, pagi hari ia sempat meminta uang saku untuk beli bensin.
"Sebelumnya ia selalu membonceng temannya, tetapi kemarin pengen naik motor sendiri. Dan minta uang saku. Sebelum berangkat ia juga bilang nanti uang akan dikembalikan lebih banyak," terangnya.
Dasir pun tidak menuntut apapun terhadap penanggung jawab pekerjaan di SDN 1 Gadon.
"Saya tidak nuntut apa-apa. Saya yakin, ini sudah jalannya. Tidak bisa ditolak. Takdir itu pasti terjadi," pungkas Dasir sambil menatap kedepan.
Sementara itu, perangkat desa Desa Kedungtuban, Bayan Ningalan, Alfian Yusuf, saat ditemui awak media membenarkan jika pihak keluarga korban sudah ikhlas.
"Saya sempat bertanya kepada pihak keluarga, mereka ikhlas. Tidak menuntut apapun," ujarnya.
Ia menjelaskan, Dasir memiliki 2 anak kandung dan 1 anak sambung. Sedangkan istrinya sudah meninggal 3 tahun yang lalu.
"Sekarang tinggal Sukardi, anak sambungnya, dan Damiati adik korban," papar bayan.
Terpisah, penanggung jawab pekerjaan Proyek SDN 1 Gadon, Ari Wahyu, saat ditemui wartawan mengatakan, jika saat ini sudah ada mediasi dengan pihak keluarga. Dan pihaknya bertanggung jawab penuh.
"Iya, sudah sepakat secara kekeluargaan. Kami pun sudah memberikan santunan sepantasnya. Kami minta maaf kepada pihak keluarga atas kecelakaan kerja ini," katanya.
Ia menandaskan, saat terjadi kecelakaan, pihaknya sudah melakukan evakuasi secepat mungkin. Dan segera membawa korban ke rumah sakit agar segera mendapatkan perawatan.
"Kami sudah semaksimal mungkin berusaha, tetapi takdir berkata lain," pungkasnya.
Pewarta: Fajar








