Wamen Atip Tekankan Pentingnya Social Intelligence bagi Pemimpin Muda

Rabu, 13/05/2026 - 20:55
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat

Klikwarta.com, Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat, menjadi narasumber dalam Talkshow Ayo Cerita: Mental Health Issue Remaja pada rangkaian acara Jakarta Youth Achievement Award yang diselenggarakan di MNC University, Rabu (13/5). Kegiatan yang diikuti sekitar 500 pengurus OSIS dari 89 sekolah di DKI Jakarta tersebut menjadi ruang diskusi bagi pelajar untuk memperkuat kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di kalangan remaja.

Dalam paparannya, Wamen Atip menegaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan sosial yang dibangun melalui pengalaman berorganisasi, termasuk di OSIS. “Untuk mencapai kesuksesan adalah gabungan dari intellectual intelligence dan social intelligence. Kalau kita hanya mengandalkan intellectual intelligence saja, rasanya akan susah untuk menjadi pemimpin. Jadi pemimpin itu boleh dikatakan terletak pada kecerdasan sosial kita,” ujar Atip.

Ia menjelaskan bahwa pengalaman menjadi pengurus OSIS memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan pelajar. Bahkan, menurutnya, pengalaman organisasi menjadi salah satu unsur penilaian dalam jalur prestasi pendidikan.

“OSIS ini sangat penting sekali. Bahkan salah satu kriteria penilaian untuk prestasi nonakademik adalah pengurus OSIS. Jadi bagi ketua OSIS, mereka memiliki poin untuk jalur prestasi,” katanya.

Lebih lanjut, Atip menyampaikan bahwa setiap anak memiliki bentuk kecerdasan yang berbeda dan tidak ada peserta didik yang tidak memiliki potensi.

“Penelitian dari Carnegie Institute di Amerika menyebutkan kesuksesan itu 70 persen ditentukan oleh social intelligence. Semua manusia itu tidak ada yang tidak pintar, hanya berbeda bentuk kecerdasannya,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara intelektualitas, kepemimpinan, dan kecerdasan sosial sebagai fondasi generasi muda.

“Leadership, intelektualitas, dan social intelligence adalah semacam golden triangle untuk menjadi pemimpin. Yang kita sudah diberi oleh Tuhan itu intelektualitas, dan itulah mahkota kita sebagai manusia. Manusia adalah makhluk bernalar,” tutur Atip.

Sementara itu, Ketua Umum Forum OSIS DKI Jakarta, Daryl Rainald, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi dan inspirasi bagi pelajar di Jakarta.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong lahirnya generasi muda yang berani menyuarakan gagasan, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menunjukkan kepemimpinan yang berdampak,” ujar Daryl.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga ruang bagi pelajar untuk saling memotivasi dan berkembang.

“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tapi juga menjadi ruang untuk kolaborasi, inspirasi, dan juga memotivasi sesama,” katanya.

Menurut Daryl, isu kesehatan mental menjadi hal penting bagi remaja karena akan membantu mereka menghadapi tekanan dan tantangan di masa depan.

“Mental health itu sangat penting karena membantu remaja berkembang dan menghadapi tekanan maupun konflik ketika melaju ke tingkat yang lebih dewasa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMK DKI Jakarta, Erni Mawarni, menyampaikan bahwa generasi muda saat ini merupakan calon pemimpin masa depan yang harus dibekali tidak hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga empati dan kesehatan mental yang baik.

“Kesehatan mental adalah fondasi utama bagi seorang pemimpin. Tanpa mental yang sehat dan tangguh, prestasi yang diraih tidak akan berkelanjutan,” kata Erni.

Ia juga mengajak pengurus OSIS untuk menjadi pendengar yang baik bagi teman-temannya dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman secara emosional.

“Jadikan OSIS sebagai wadah inklusif, di mana setiap siswa merasa didengar dan didukung kesejahteraan mentalnya,” ujarnya.

Rektor MNC University, Dendi Pratama, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat menghidupkan kembali peran strategis OSIS sebagai wadah pembelajaran kepemimpinan dan komunikasi bagi pelajar. Ia juga menegaskan komitmen MNC University untuk mendukung berbagai kegiatan pengembangan pelajar dan organisasi siswa di Indonesia.

“Di OSIS itu diajarkan bagaimana berkomunikasi, menjadi pemimpin, berkoordinasi, dan bekerja sama. Ini harus kita angkat lagi. Kami siap menjadi rumahnya OSIS dan bertumbuh bersama seluruh OSIS di Jakarta dan Indonesia,” ujar Dendi.

Mengusung tema “Empowering Student Voices, Shaping Future Leaders”, agenda tersebut menghadirkan talkshow motivasi sekaligus pemberian penghargaan kepada pengurus OSIS yang dinilai aktif, inovatif, dan berdampak di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Penghargaan yang diberikan meliputi Awarding Outstanding Student Council Innovation, Awarding Student Council President of the Year 2026, Awarding Leading Student Council Social Impact, Awarding Next-Level Student Council Media, dan Awarding Outstanding Participant. (**) 

Berita Terkait