Program TMMD Reguler Ke-128 di Kelurahan Sidorejo, Kabupaten Kulon Progo
Klikwarta.com, Kulon Progo - Setiap kali hujan turun deras di Padukuhan Jurug, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Affan Kristianto selalu diliputi kecemasan yang sama. Atap rumahnya bocor di beberapa titik, dinding mulai rapuh, dan bagian bangunan yang termakan usia membuat keluarganya tak pernah benar-benar merasa aman.
Rumah itu telah lama berdiri, tetapi kondisinya perlahan memburuk. Saat malam datang dan hujan turun disertai angin, Affan hanya bisa berharap bangunan sederhana yang ditempatinya bersama keluarga tetap bertahan hingga pagi.
“Kalau hujan deras, kami sering khawatir. Air masuk dari atap yang bocor, dan kami takut kalau bangunan ini semakin rusak,” tutur Affan lirih, Selasa (28/4/2026).
Di balik keterbatasan ekonomi, Affan sebenarnya telah lama menyimpan mimpi sederhana: memiliki rumah yang layak, sehat, dan aman untuk keluarganya. Namun mimpi itu terus tertunda karena kebutuhan hidup sehari-hari selalu menjadi prioritas utama.
Hingga akhirnya harapan itu datang melalui Program TMMD Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di Kalurahan Sidorejo, Kabupaten Kulon Progo.

Rumah Affan menjadi salah satu sasaran program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Perlahan, bangunan lama yang penuh kekhawatiran mulai berubah menjadi rumah baru yang lebih layak untuk dihuni.
Proses pembangunan dimulai dari penggalian pondasi, pemasangan struktur dasar, hingga kini memasuki tahap pembangunan dinding serta pemasangan kusen pintu dan jendela.
Di depan rumahnya, Affan berdiri menyaksikan para personel TNI bersama warga bekerja. Debu bangunan beterbangan, suara palu terdengar bersahutan, tetapi bagi Affan, suara itu terasa seperti kabar baik yang telah lama ia tunggu.
Matanya tampak berkaca-kaca ketika menceritakan perubahan yang sedang terjadi dalam hidup keluarganya.
“Sudah lama sekali kami ingin punya rumah layak huni dan sehat. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI karena impian kami akhirnya bisa terwujud,” katanya.

Bagi banyak orang, rumah mungkin hanya bangunan biasa. Namun bagi Affan, rumah adalah rasa aman tempat keluarganya bisa tidur tanpa dihantui rasa takut ketika hujan turun.
Ia berharap pembangunan berjalan lancar agar rumah tersebut segera selesai dan bisa menjadi tempat tinggal baru bagi keluarganya.
“Semoga semuanya berjalan lancar. Kami hanya ingin rumah yang nyaman untuk keluarga kami,” ucapnya.
TMMD di Kulon Progo tahun ini bukan hanya membangun jalan, talud, atau infrastruktur desa lainnya. Di rumah sederhana milik Affan, program itu juga sedang membangun sesuatu yang lebih besar: harapan.
Dan di antara tumpukan batu bata, semen, dan kayu yang tersusun rapi itu, Affan akhirnya melihat masa depan keluarganya berdiri perlahan lebih kokoh dari sebelumnya.
(Kontributor : Widyo)








