Hari Santri Nasional, Mak Rini Dorong Santri Jadi Santripreneur Berbasis Inovasi

Sabtu, 22/10/2022 - 13:31
Bupati Blitar Rini Syarifah Bersama Santri dan Santriwati Usai Upacara Hari Santri Nasional Tahun 2022 di Alun-Alun Kanigoro, Sabtu 22 Oktober 2022.

Bupati Blitar Rini Syarifah Bersama Santri dan Santriwati Usai Upacara Hari Santri Nasional Tahun 2022 di Alun-Alun Kanigoro, Sabtu 22 Oktober 2022.

Klikwarta.com, Kabupaten Blitar - Memaknai Hari Santri Nasional (HSN), Bupati Blitar Rini Syarifah mengajak santri-santri di Kabupaten Blitar kedepan mampu berkecimpung di dunia bisnis sebagai Santripreneur untuk mengisi kemerdekaan Indonesia di bidang penguatan ekonomi bangsa dan negara. 

Kepada awak media seusai memimpin upacara peringatan HSN di Alun-Alun Kanigoro pada Sabtu (22/10/2022), ia menyampaikan, bangsa Indonesia saat ini tengah membutuhkan peran anak-anak muda atau milenial tak terkecuali dari kalangan santri untuk bersama-sama membangun bangsa. 

Untuk itu, ia juga menekankan para santri Kabupaten Blitar cakap mengoperasionalisasi teknokogi yang sudah menaungi digitalisasi. Ini menurutnya menjadi salah satu bekal sukses untuk berkiprah di dunia wirausaha atau bisnis di era kini.

"Kami selalu mengajak santri-santri kita milenial untuk menjadi sosiopreneur, santripreneur, untuk sareng-sareng membangun bangsa. Kita membutuhkan anak-anak muda, maka anak-anak muda ini harus peka teknologi, harus bisa digitalisasi," ucapnya.

"Mulai dari akademisi, anak-anak sekolah SD, SMP, nah itu semuanya santri-santri kita. Semua harus saling bersaing, bagaimana inovasi, kreasi ini terus gencarkan dan semangati mereka," sambungnya. 

Sementara mencermati amanat Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang dibacakan Bupati Rini saat memimpin upacara HSN di Alun-Alun Kanigoro, dikatakan Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri.

Penetapan 22 Oktober merujuk pada tercetusnya "Resolusi Jihad" yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi Jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 November 1945 yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan. 

Sejak ditetapkan pada tahun 2015, setiap tahunnya kita selalu rutin menyelenggarakan peringatan Hari Santri dengan tema yang berbeda. Untuk tahun 2022 ini, peringatan Hari Santri mengangkat tema, "Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”.

Maksud tema Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan adalah bahwa santri dalam kesejarahannya selalu terlibat aktif dalam setiap fase perjalanan Indonesia. Ketika Indonesia memanggil, santri tidak pernah mengatakan tidak. Santri dengan berbagai latar belakangnya siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara.

"Sebagai insan yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama, santri selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Santri senantiasa berprinsip bahwa menjaga martabat kemanusiaan adalah esensi ajaran agama. Apalagi di tengah kehidupan Indonesia yang sangat majemuk. Bagi santri, menjaga martabat kemanusiaan juga berarti menjaga Indonesia," tutur Bupati Rini membacakan amanat Menteri Yaqut.

Santri sekarang telah merambah ke berbagai bidang profesi, memiliki keahlian bermacam-macam, bahkan mereka menjadi pemimpin negara. Meski bisa menjadi apa saja, santri tidak melupakan tugas utamanya, yaitu menjaga agama itu sendiri. Santri selalu mengedepankan nilai-nilai agama dalam setiap perilakunya. Bagi santri, agama adalah mata air yang selalu mengalirkan inspirasi-inspirasi untuk menjaga dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.

Sebagai insan yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama, santri selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Santri senantiasa berprinsip bahwa menjaga martabat kemanusiaan adalah esensi ajaran agama. Apalagi di tengah kehidupan Indonesia yang sangat majemuk. Bagi santri, menjaga martabat kemanusiaan juga berarti menjaga Indonesia.

"Santri Indonesia yang saya banggakan, melalui momen Upacara Peringatan Hari Santri Tahun 2022 ini, mari kita bersama-sama mendoakan para pahlawan terutama dari kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama. Semoga arwah para pahlawan bangsa ditempatkan yang terbaik di sisi Allah SWT. Amin," pungkasnya.

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait