Begini Pendataan Penerima Bantuan Sembako Covid-19 di Aceh Utara

Senin, 20/04/2020 - 00:26
ilustrasi

ilustrasi

Klikwarta.com, Aceh Utara - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menerima bantuan sebanyak 5.324 Paket Sembilan Bahan Pokok (Sembako) untuk untuk masyarakat yang terdampak Coronavirus Disease (Covid-19) di daerah tersebut. 

Adapun rincian bantuan sembako yang diberikan yakni, gula pasir 10.648 kilogram, minyak goreng 10.648 liter, sarden 21.296 kaleng, mie instan 5,324 dus, dan beras jenis medium sebanyak 53.240 kilogram.

Berdasarkan catatan media, Penyaluran bantuan sembako Covid 19 dari pemerintah Provinsi Aceh oleh Dinas Sosial diserahkan melalui pemerintah Aceh Utara yang dibagikan melalui Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara sebanyak 5.324 paket sesuai dengan jumlah masyarakat yang terdampak Covid-19 di Aceh Utara.

Kepala Dinas Sosial kabupaten Aceh Utara Zulkarnain mengatakan, data penyaluran bantuan sembako untuk masyarakat aceh utara berdasarkan proses pendataan yang dilakukan Input secara online dengan mengikuti sistem SOP Covid-19.

“Pendataan penerima sembako dibuka secara online oleh Dinsos Aceh yang didaftarkan lewat aplikasi oleh relawan atau petugas. Catatannya tidak boleh datang ke rumah-rumah, lalu dua hari kemudian data tesebut di Verivali kembali oleh tim Dinsos kabupaten/kota. Sementara kita harus ada Nomor NIK dan KK,” kata Zulkarnain, Minggu (19/04).

N

Lebih Jelas Zulkarnaini menyebutkan, ketika data diverivali oleh tim Provinsi mereka juga tidak mendatangi ke rumah-rumah, mereka hanya melihat data di BDT, kalo ada data yang double, baik peneriman PKH maupun BNT dikeluarkan.

“Namun waktu terus berjalan pendataan dilapangan aplikasi ditutup, ketika ditutup berapa jumlah kita dapatkan, maka itu yang kita peroleh, alhamdulilah aceh utara mendapat sebanyak 5.324 paket,” ucapnya.

 

Disinggung jumlah kecamatan yang sangat minim mendapat bantuan sembako, Zulkarnaini menyebutkan petugas atau relawan tidak gigih dalam melakukan pendataan.

"Sebenarnya Kalau dilihat jumlah kuota 61 ribu lebih jumlah Paket Provinsi, untuk Aceh Utara menurutnya dengan kondisi seperti ini sudah maksimal mendapat kuota. Persoalan pendisbutrian ke kecamatan berbeda itu hanya tergantung gigih mendata, kalau di kecamatan petugas kurang gigih, ya. menurut data”, katanya. (*)

Tags

Berita Terkait