ilustrasi Pasar Tradisional
Oleh: Khansa Azzyati Qisthina–Politeknik Negeri Jakarta
Cahaya remang-remang, aroma bawang, amis ikan, tumpukan sampah yang membusuk masuk ke hidungmu. Bau yang lumrah dicium saat berada di pasar tradisional.
Hilir mudik pembeli dan penjual memenuhi pasar. Suara tawar-menawar, teriakan pedagang, klakson kendaraan, dan musik dangdut mengisi udara. Inilah suasana yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Pasar tradisional di dalamnya memiliki kegiatan tawar menawar, harga lebih terjangkau, dan tersedianya berbagai kebutuhan rumah tangga. Salah satu ciri khas pasar tradisional adalah adanya hubungan kekerabatan antara pedagang dan pembeli yang menciptakan kehangatan karena berinteraksi langsung. Tak jarang pedagang bergurau, saling bertukar cerita, atau sekadar bertegur sapa.
Kamu dapat menemukan beragam barang dagangan, mulai dari sayuran, daging, ikan, bumbu dapur, pakaian, elektronik, dan emas pun ada. Barang-barang tersebut dijual dengan harga yang lebih murah dan bersaing dengan pasar modern. Kamu juga bisa menawar harga sesuai dengan kemampuan dan keinginanmu.
Pasar tradisional dapat dijadikan sebagai tempat untuk belajar berbagai keterampilan dan pengetahuan. Kamu dapat belajar tentang berbagai jenis produk, bahan, dan proses pembuatannya. Seperti belajar cara memilih ikan segar, cara mengolah daging sapi, atau cara membuat kue tradisional dengan langsung bertanya ke pedagang.
Pasokan seperti sayuran dan daging dikirim pagi buta ke pasar. Kemudian, disortir oleh para pedagang guna memisahkan produk-produk yang layak jual dan tidak layak jual.
Produk-produk yang layak jual dijajakan di etalase atau keranjang dengan cara tertentu. Contohnya, sayuran segar diletakkan di bagian atas, sedangkan yang sudah layu diletakkan di bawah. Daging yang masih merah diletakkan di depan, sedangkan yang sudah kecokelatan diletakkan di belakang.
Produk-produk yang tidak layak jual biasanya dibuang ke tempat sampah atau dibawa pulang oleh pedagang. Namun, ada juga pedagang yang mencoba menjualnya dengan harga murah atau memberikan kepada pembeli secara cuma-cuma. Dengan cara ini, pedagang berharap dapat menarik perhatian dan minat pelanggan untuk membeli barang dagangannya.
Walaupun tidak ada diskon seperti di pasar modern, tetapi jika sudah menjalin hubungan baik dengan penjual, mereka tak segan untuk memberikan bonus sebagai hadiahnya.
Kehadiran pasar tradisional membantu para pedagang kecil, produk lokal, berinteraksi sosial, hingga belajar memilih bahan makanan yang baik. Selain itu, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan barang-barang berkualitas dengan harga terjangkau.
Pasar tradisional merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan dan dikembangkan. Salah satu cara untuk melestarikan dan mengembangkan pasar tradisional adalah dengan memberikan fasilitas yang memadai, seperti sanitasi, keamanan, dan aksesibilitas. (*)








