Ragam Budaya Tari Palembang Sumatra Selatan

Selasa, 21/06/2022 - 18:43
Busana tarian adat Palembang, Foto: Syahrani masyitoh

Busana tarian adat Palembang, Foto: Syahrani masyitoh

Palembang merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatra Selatan, Kota dengan ikonik jembatan Ampera ini dikenal sebagai Kota pempek. Palembang juga memiliki ciri khas lainya seperti kota dengan sungai terbesar di indonesia dan kota tertua di indonesia. Sumatra Selatan lekat dengan budaya melayu yang sangat kental.

Tak hanya keragaman adat istiadat dan keragaman bahasa tetapi juga tariannya yang menjadi simbol akan kebudayaan Melayu. Tak heran jika palembang mempunya beragam jenis tari yang unik. berikut beberapa tarian adat palembang yang sering ditarikan olehmasyarakat palembang.

TARI GENDING SRIWIJAYA

Di Sumatra Selatan sendiri tarian adat tradisional tersebut biasanya digunakan untuk penyambutan tamu atau acara resmi seperti adat pernikahan, ritual ataupun tradisi lainnya. Seperti tari Gending sriwijaya, Ragam gerak yang digunakan pada tarian ini menggunakan unsur gerak Buddhisme.

Lalu gerakan digabungkan dengan gerak tapa Buddha (agama yang dianut oleh Kerajaan Sriwijaya pada masanya) dan juga unsur adat dari Batanghari Sembilan (Sembilan sungai yang ada di Sumatera Selatan). Dari sisi seni musik atau iringan lagu, A. Dahlan Muhibat sebagai penata musik dan dibantu Nungcik AR yang menciptakan syair lagu.

Tari dan lagu yang diselesaikan pada tahun 1944 ini kemudian pertama kali ditampilkan pada acara penyambutan kedatangan pejabat di halaman Masjid Agung Palembang, 2 Agustus 1945. Tarian yang ditampilkan sebagai tarian penyambutan dan dipenuhi dengan keramahan, keceriaan dan juga penghormatan ini, memiliki makna dan juga filosofi di dalam setiap gerakan yang dilakukan oleh para penarinya.

TARI TANGGAI

Tari ini lahir dari adanya ritual persembahan masyarakat Budha pada masa itu. Ritual ini dilakukan terhadap Dewa Siwa di daerah Sumatera tempo dulu. Karena dulunya memang menjadi pusat kerajaan Budha terbesar yaitu Kerajaan Sriwijaya. arian ini mulai dibawakan bersama properti berupa sekapur sirih dan tanggai kira-kira tahun 1920.

Namanya bahkan memiliki sedikit perbedaan, yaitu Tari Tanggai atau Tari Tepak. Tari Tanggai kembali diangkat sebagai tarian penyambutan oleh kerja sama antara Elly Rudi dan Anna Kumari, karena Palembang tak punya tarian penyambutan tamu kehormatan negara sejak masa itu.Tari Tanggai termasuk jenis tari yang terbilang cukup unik.

Artinya bukan sekedar tarian gemulai semata namun ada makna yang terkandung di dalamnya.Dari gerakan yang dibawakan tampak bagaimana ungkapan selamat datang dari orang yang memiliki hajat atau acara untuk tamu yang datang.Sebagai tari penyambutan, Tanggai ini menjadi simbol bahwa tamu sangat diterima dan dihormati oleh tuan rumah.

TARI PAGAR PENGANTI

p

Proses Tarian Pagar Pengantin, Foto: Syahrani Masyitoh.

Tari Pagar Pengantin, tari ini memiliki arti filosofis yang bermakna perpisahan pengantin perempuan kepada keluarganya yang lama dan memohon izin untuk membentuk keluarga yang baru. Tari Pagar Pengantin juga mempunyai fungsi sebagai tari penyambutan kepada seluruh tamu undangan yang hadir pada resepsi pernikahan tersebut.

Tarian ini biasanya ditarikan oleh lima orang penari perempuan termasuk sang pengantin. Tari Pagar Pengantin awalnya disusun oleh Hj. Sukainah A. Rojak padatahun 1960-an. Ia merupakan salah seorang penari terkenal di Sumatra Selatan khususnya Kota Palembang. Penari pertama yang menarikan Tari Gending Sriwijaya adalah Hj. Sukainah A. Rojak.

Pada perkembangannya Tari Pagar Pengantin berkembang baik terutama di kota Palembang sebagai tari pembuka pada saat upacara resepsi pernikahan adat Palembang. Pada perkembangannya Tari Pagar Pengantin berkembang baik terutama di kota Palembang sebagai tari pembuka pada saat upacara resepsi pernikahan adat Palembang.

Selain itu, tari Pagar Pengantin juga diiringi oleh musik tradisional.Adapun instrumen pengiringnya adalah terdiri dari gong, rebana, ketipung, dan kenong.Dalam perkembangannya, musik pengiring Tari Setabik dilengkapi instrumen musik modern seperti biola, akordeon, saksofon, keyboard, dan simbal.Lirik dan aransemen lagu pengiring Tari Pagar Pengantin ini merupakan karya seniman Palembang bernama Yulius Toha.

(Penulis: Syahrani/Politeknik Negeri Jakarta)

Berita Terkait