Marak Gengster di Surabaya, Cak Dedi: Perlu Penguatan Nilai Kebersamaan dan Saling Menghargai

Senin, 05/12/2022 - 22:26
Cak Dedi saat gelar wawasan Kebangsaan pada Minggu (4/12/2022).

Cak Dedi saat gelar wawasan Kebangsaan pada Minggu (4/12/2022).

Klikwarta.com, Jatim - Maraknya gengster di Surabaya perlu segera diberantas. Anggota DPRD Jawa Timur, Hadi Dediyansah menilai saat ini kelompok gangster yang meresahkan warga Surabaya dikarenakan sudah tidak saling menghargai dan pudarnya nilai kebersamaannya.

Menurut Pria yang akrab disapa Cak Dedi sengaja pihaknya menggelar wawasan kebangsaan kali ini menitik beratkan pada nilai gotong royong. Mengingat saat ini nilai kebersamaan dan sikap saling menghargai mulai pudar.

"Di Surabaya sendiri marak terjadi gerakan gangster yang pada akhirnya merugikan masyarakat secara keseluruhan. Nilai-nilai Pancasila dari sila pertama hingga ke lima harus mendasar pada masyarakat agar nilai kerukunan, gotong royong harus di pupuk dalam kehidupan bermasyarakat," terang Cak Dedi saat gelar wawasan Kebangsaan pada Minggu (4/12/2022).

Politisi asal besutan Prabowo Subianto Capres 2024 mendatang menyampaikan bagi anak- anak yang melakukan gerakan- gerakan di luar ketentuan semacam gangster dan sejenisnya adalah kurangnya nilai wawasan kabangsaan sampai ke telinga mereka. Dengan danya  Wawasan kebangsaan ini agar perlu dikembangkan dan kerjakan supaya anak- anak muda bisa menerima, meresapi dan bisa mengaktualisasikan.

"Penyampaian dari wawasan kebangsaan yang terkait dengan Pancasila, UUD 1945, Bhineka tunggal Ika maupun NKRI ini di harapkan nilai nilai kebersamaan khususnya kalangan milinial tetap terjaga," pungkas Cak Dedi Bakal Pemimpin Surabaya masa depan.

Dekan Universitas Trunojoyo Madura M.Surokim melihat fenomena gangster saat ini menjadi keprihatinan, tetapi kita tidak boleh sedih dan lelah untuk kembali menyayangi anak- anak kita yang mungkin mereka belum paham tentang nilai- nilai dari Pancasila.

"Penting bagi kita semua untuk memberikan teladan yang baik, mengasihi mereka dan melakukan pendekatan-pendekatan yang humanis," ucap Surokim.

Kemudian perluan memberikan teladan- teladan yang baru yang ada di pikiran mereka , karena basis utama yang akan kita sampaikan adalah supaya mereka sadar bukan pemaksaan .

"Kepolisian maupun Pemerintah daerah akan menggunakan salah satu pendekatan ini untuk mengembalikan anak- anak kita untuk memahami bentuk- bentuk  nilai kebangsaan pada generasi muda," pungkasnya. 

(Pewarta: Supra)

Berita Terkait