Mayatnya Ditemukan Warga Bersimbah Darah, Pria Ini Ternyata Korban Penganiayaan

Selasa, 14/03/2023 - 19:59
Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono didampingi Kasat Reskrim AKP Winardi dan Kasi Humas AKP Agus Tri saat konferensi pers kasus dugaan pembunuhan di tempat hiburan.
Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono didampingi Kasat Reskrim AKP Winardi dan Kasi Humas AKP Agus Tri saat konferensi pers kasus dugaan pembunuhan di tempat hiburan.

Klikwarta.com, Demak - Naas dialami Rohmatullah (24). Diduga gara-gara melotot pada orang yang salah masuk ruang tempat hiburan, warga Desa Buko Kecamatan Wedung itu harus meregang nyawa.

Namun berkat kesigapan Satreskrim Polres Demak, empat dari enam tersangka pelaku pengeroyokan nelayan itu kini meringkuk di tahanan Mapolres. Mereka adalah Sukarno alias Jun (34), Soni Setyawan (30), dan Ali Fauzan (22), ketiganya warga Desa Karangmlati Kecamatan Demak. Serta Mukti (25) warga Jatimulyo Bonang.

Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono saat konferensi pers mengungkapkan, kejadian bermula saat warga Desa Botorejo Kecamatan Wonosalam digemparkan dengan penemuan mayat lelaki bersimbah darah pada Minggu (12/3) pagi. Diduga korban kecelakaan lalulintas, ternyata luka-luka pada tubuh korban adalah luka sayatan dan lebam bekas pukulan dan goresan benda tajam (gelas pecah).

e

Karenanya warga segera melaporkan temuan mayat itu ke Polres Demak. Yang segera ditindaklanjuti Kasat Reskrim AKP Winardi dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Hingga kurang dari 24 jam, dua tersangka berhasil dibekuk, yakni Mukti dan Soni Setyawan. Dan setelah dilakukan pengembangan, tersangka utama yakni Ali Fauzan dan Sukarno tertangkap hari berikutnya.

"Dia tersangka lainnya masuk daftar pencarian orang (DPO), serta seorang lagi adalah teman korban yang turut menghilang sejak kejadian pengeroyokan berbuntut tewasnya korban," kata kapolres, didampingi Wakil Polres Kompol Andy, Kasat Reskrim AKP Winardi dan Kasi Humas AKP Agus Tri, Selasa (14/3).

Menurut pengakuan Ali Fauzan, keributan dengan korban berawal saat dirinya salah masuk ruang karaoke. "Di dalam ruang itu ada korban dan temannya. Melihat saya salah masuk, dia langsung melotot sambil ngomel tidak jelas," ujar Ali.

Tak terima, Ali pun mengajak lima temannya untuk menghajar korban yang baru pertama dilihatnya itu. "Saya ambil gelas di meja luar, membungkusnya dengan jaket dan menggunakannya untuk menghantam muka korban," kilahnya.

Satu hantaman saja gelas langsung pecah. Hingga terjadi saling dorong dan pengeroyokan tak imbang. Bahkan Ali menggunakan gelas yang telah pecah untuk menyerang korban hingga mengenai lengan kiri tepat di urat nadi.

Korban yang sudah tak berdaya berusaha melarikan diri. Namun darah yang banyak bercucuran menjadikannya jatuh di pinggir jalur lingkar Demak-Botorejo, dan menghembuskan nafas terakhir.

"Keempat tersangka kami kenai pasal 170 tentang pengeroyokan dan atau 351 KUHP Jo 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman 15 tahun  penjara. Sedangkan dua tersangka lagi masuk DPO, begitupun seorang teman korban yang menghilang sedang kami cari untuk diminta keterangannya," pungkas kapolres.

(Pewarta : Sari Jati)

Related News