Tim Dinas ESDM saat melakukan pemantauan pengembangan panas bumi oleh PT.PGE di Hululais dan Bukit Daun Kabupaten Lebong
Klikwarta.com - Bengkulu merupakan daerah yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA). Dalam hal ini Pemerintah Provinsi Bengkulu terus melakukan berbagai upaya untuk memaksimalkan potensi SDA yang ada. Salah satunya yakni potensi energi panas bumi (Geothermal) yang cukup menjanjikan.
Secara umum dan penampakan di lapangan potensi panas bumi di Provinsi Bengkulu mencapai 1.362 Megawatt Electrical (MWe) yang tersebar di lima daerah, yakni di Kabupaten Lebong, kabupaten Bengkulu utara, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Seluma. Melihat potensi ini Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong pemanfaatan energi panas Bumi.
Seperti diketahui, saat ini di area Hulu Lais Kabupaten Lebong sudah dilakukan proyek eksplorasi panas bumi dengan kapasitas 2 x 55 MW.
Dengan pemanfaatan energi panas bumi menjadi pembangkit listrik, Bengkulu bisa berkontribusi sebagai lumbung energi. Sebagaimana amanat Undang-undang, bahwa bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, maka potensi panas bumi yang ada di Bengkulu akan menjadi sumber pendapatan yang signifikan ketika bisa dimanfaatkan.
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bengkulu Ir. Ahyan Endu mengatakan saat ini potensi Panas Bumi Hulu Lais Kabupetan Lebong sudah dilakukan eksplorasi oleh PT. Pertamina Geothermal Energy. Rencananya pengembangan Perusahaan listrik Negara akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi dengan Kapasitas 2 x 55 MW.
"Hingga saat ini progres proyek penggalian sudah ada 11 sumur untuk dilakukan proses Drilling, ada 2 sumur on progres dan 10 sumur belum di bor", jelas Ahyan Endu.
Sementara disampaikan Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Hj. Yuliswani, SE., MM, bahwa potensi panas bumi Bengkulu berdasarkan survey Pertamina Tahun 1994/1995, di Kabupaten Lebong memiliki 3 lokasi yakni Tambang Sawah dengan potensi 173 MWe, Tambang Hulu Lais dengan potensi 650 MWe dan Bukit Daun dengan potensi 250 MWe. Sedangkan di Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang (WK Panas Bumi Kepahiang) berdasarkan survey Badan Geologi Kementerian ESDM tahun 2010 memiliki potensi sebesar 180 MWe.
"Pemanfaatan geothermal sebagai sumber energi baru dan terbarukan bisa menjadi subtitusi dan bahkan menggeser pembangkit dengan bahan bakar fosil. Sosialisasi kepada masyarakat sekitar kawasan pun perlu dilakukan secara jelas, agar saat eksplorasi dilakukan, masyarakat memahami hal yang boleh dilakukan ataupun yang tak boleh dilakukan", ujar Yuliswani. (Ferdi)








