Tergerusnya Budaya Lokal di Era Milenial

Kamis, 01/12/2022 - 05:50
Generasi Milenial
Generasi Milenial

Oleh: Dina Rahayu Natalia (Prodi Manajemen Universitas PGRI Kanjuruhan Malang)

Budaya lokal merupakan nilai-nilai lokal hasil budi daya masyarakat suatu daerah yang terbantuk secara alami dan diperoleh melalui proses belajar dari waktu ke waktu. Budaya lokal tersebut bisa berupa hasil seni, tradisi, pola pikir, atau hukum adat.

Di Indonesia sendiri banyak sekali budaya-budaya lokal disetiap daerah. Tetapi di era saat ini Budaya-budaya lokal sudah mulai tergerus dan tergantikan oleh budaya asing. Hal ini terjadi dikarenakan pengaruh globalisasi yang terjadi hampir di seluruh dunia, tanpa terkecuali Indonesia.

Indonesia yang dikenal dengan budaya lokalnya yang sangat eksotis pun semakin lama mulai kehilangan citranya. Contoh nyata yang bisa kita ambil saat ini adalah, mulai memudarnya nilai gotong royong dan tenggang rasa di tengah kehidupan masyarakat. Teknologi menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya pengerusan budaya lokal.

Sangat tidak mungkin di era milenial saat ini ada seseorang yang tidak mengetahui tentang teknologi. Teknologi saat ini bagaikan hal yang tidak bisa terlepas dari setiap kegiatan keseharian kita. Teknologi seperti menguasai kehidupan kita. Selain itu teknologi memiliki sisi positif dan negatifnya.

Dampak positif

• Mempermudah da mempercepat akses informasi yang kita butuhkan

• Mempermudah dan mempercepat penyampaian atau penyebaran informasi

• Mempermudah transaksi tanpa menggunakan uang tunai

• Mempermudah penyelesaian tugas dan pekerjaan

• Mempermudah komunikasi tanpa terhalang waktu dan jarak

Dampak negative

• Isu SARA, kekerasan dan pornografi menjadi hal yang baru

• Kemudahan transaksi mengakibatkan munculnya bisnis terlarang dan ilegal

• Banyaknya penimpuan yang muncul terlebih pada kasusu transaksi online

• Munculnya budaya penjiplakan hasil karya orang lain

• Mudahnya terhipotis dengan dunia maya dan melupakan dunia luar

• Mudahnya akses budaya luar negeri masuk kedalam negeri

Itulah dampak positif dan negatif teknologi dalam kehidupan masyarakat, hal-hal tersebut juga sangat berdampak pada anak muda karena dampak-dampak tersebut yang menciptakannya adalah mereka sendiri.

Tergerusnya budaya lokal juga dikarenakan dampak negatif dari teknologi itu sendiri, sebagai contohnya adalah

• Muncul sikap individualisme

Dalam hal ini anak muda sekaramg lebih memilih berdiam diri dirumah dengan bermain internet seperti bermain game dan bermain sosmed. Sehingga mereka jarang bersosialisai dengan lingkungan mereka. Dan tidak ikut serta dalam kegiatan disekelilingnya, bahkan ada beberapa orang khususnya anak muda tidak bertegur sapa dan tidak mengenal tetangganya sendiri.

Cara menaggulagi hal tersebut dengan menggurangi ketergantungan terhadap kebiasaan bermain game ataupun sosmed dan lebih mulai terbuka dengan lingkungan dengan cara bersosialisasi dengan tetangga, mengikuti kegiatan disekitar tempat tinggal seperti karang taruna.

• Masuknya tren-tren luar negeri

fashion kebarat-baratan atau saat ini yang lagi marak-maraknya adalah makanan, fashion, selera musik bahkan gaya hidup dikorea selatan. Peran kita sebagai generasi muda disini adalah meminimalisir masuknya budaya asing ke Indonesia dengan cara membeli pakaian dengan brend lokal dan bangga mengenakannyan. Bisa juga dengan memakan dan menyukai makanan-makanan tradisonal diIndosesia. Serta melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia, karena kita tau apa yang dimiliki oleh negara Indosesia tidak kalah keren dengan negara lain.

• Lunturnya identitas nasional

Menurut Kalean (2007) identitas nasional merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang pada aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri khasnya. Bisa terjadinya pelunturan identitas nasional dikarenakan tergerusnya budaya lokal dalam negeri. Masyarakat terkususnya generasi milenial mereka lebih terfokus pada internet daripada budaya didaerah mereka masing-masing karena bagi mereka budaya yang ada disekitar mereka terasa monoton dan membosankan. Berbeda dengan internet dimana didalamnya terdapat segala hal yang ingin mereka ketahui dan dan yang ingin mereka cari.

Cara untuk mempertahankan identitas negara dalam budaya lokal bisa dengan memodivikasi budaya lokal. Sebagai contohnya mengadakan parade seni, pameran bahkan bisa dimodivikasi dengan menjadikan budaya modern seperti miss Indonesia dengan adat wilayah masing-masing bahakan hal tersebut bisa mengenalkan budaya lokal ke negara lain. selain itu juga mengadakan lomba lompa kesenian di sekolah atau di kampus, supaya generasi penerus pun punya semangat untuk melestarikan budaya budaya indonesai sebagai identitas bangasa. selain di bidang kesenian permaian alat music tradisional juga bisa di kenalkan melalui Pendidikan yang ada di Indonesia. 

Related News