Pengelola Bank Jateng Kabupaten Karanganyar, Sigit Nurbianto, saat menyerahkan bantuan suplemen dan makanan bergizi bagi balita stunting, di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (5/10/2023).
Klikwarta.com, Karanganyar - Sebagai bentuk kepedulian dalam untuk ikut menurunkan tingginya jumlah stunting di wilayah Kabupaten Karanganyar, Bank Jateng Cabang Utama melalui Bank Jateng Cabang Karanganyar, memberikan bantuan berupa suplemen, makanan bergizi, susu, dan lainnya
Secara nominal, bantuan yang diberikan Bank Jateng tersebut mencapai Rp 1 miliar rupiah.
“Berdasarkan data yang ada, sejumlah dua ribu lebih anak gagal masa pertumbuhannya. Tentu kami ingin ikut peduli dengan memberikan bantuan berupa suplemen, makanan bergizi, susu, dan lainnya, agar mereka dapat tumbuh dengan tinggi badan msupun berat badan yang ideal” terang Pengelola Bank Jateng Kabupaten Karanganyar, Sigit Nurbianto, saat menyerahkan dana untuk Pemulihan Ekonomi Daerah (PED) Bank Jateng dan Makanan Tambahan (PMT) PKMK bagi balita stunting, di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (5/10/2023).
Sigit berharap, bantuan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membantu mengurangi angka stunting di Kabupaten Karanganyar.
Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono menyambut baik dan mengapresiasi bantuan yang diberikan Bank Jateng tersebut. Dia berharap program-program Bank Jateng yang terencana dapat berjalan sinergis dengan Pemkab Karanganyar, sebagaimana yang telah berjalan selama ini.
"Intinya ini merupakan kerja mulia, sebagai pengabdian luar biasa yang menyentuh nilai nilai kemanusiaan," ungkapnya.
Bupati mengimbau kepada masing masing koordinator desa, agar bantuan dari Bank Jateng ini benar-benar tepat sasaran. Pihaknya mengaku juga butuh program lanjutan untuk mengatasi permasalahan stunting.
"Kita butuh dokter gizi yang bisa memprediksi makanan tambahan berisi untuk memacu pertumbuh anak-anak” kata Bupati.
Ditambahkannya, anak-anak juga perlu pendekatan psikologi sebagai dorongan semangat agar mau makan dan minum. Karena tidak semua anak bisa menikmati asupan makanan yang berikan.
"Dinas kesehatan, DP3APPKB, tokoh-tokoh masyarakat harus melakukan pendekatan agar mereka lebih di identifikasi. Kepada yang terdata di tiap desa, untuk diberikan edukasi pentingnya cara menambah berat badan dan tinggi badan anak melalui ekonomi produktif,” pungkasnya.
Pewarta : Kacuk Legowo








