Diduga Ada "Panitia Titipan" dari Dinas Pendidikan Terkait Proyek Swakelola

Jumat, 29/07/2022 - 13:58
Gedung SMPN 2 Sambong, salah satu penerima DAK 2022.

Gedung SMPN 2 Sambong, salah satu penerima DAK 2022.

Blora, Klikwarta.com - Proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022 yang diterima oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah kecamatan Sambong dan Cepu, disinyalir ditumpangi kepentingan oleh pihak-pihak tertentu.

Proyek swakelola tipe 4 yang seharusnya dilaksanakan oleh komite sekolah dan tokoh setempat tersebut, malah ditumpangi nama-nama orang dari luar kecamatan Sambong, yang diduga kuat titipan dari kepala bidang sarana dan prasarana Dinas Pendidikan kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Dua orang tersebut yakni inisial Ba warga Desa Kentong kecamatan Cepu dan Ye warga kelurahan Ngelo.

Menurut Samsuri ketua Komite SMP Negeri 1 Sambong, mereka (Ba dan Ye) masuk dalam pengurus kepanitiaan DAK 2022 pembangunan di SMPN 1 Sambong.

"Ba itu tim ahli yang membantu melaksanakan pekerjaan proyek. Nah di sini (SMPN 1 Sambong ), Ye itu yang ditugaskan oleh Mas Ba. Mereka sebagai pelaksana teknis," ujar Samsuri didampingi Sumiarsih kepala sekolah SMP Negeri 1 Sambong, Selasa (26/7/2022).

A

Samsuri juga mengatakan, bahwa semua itu atas arahan dari kepala bidang sarana dan prasarana Dinas Pendidikan kabupaten Blora, Sandy.

Sementara itu, Shandy kabid sarpras saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp mengatakan, dalam regulasinya tim pembangunan diisi oleh orang-orang yang berpengalaman dan ahli dalam bidang bangunan.

"Kebetulan dirinya kenalnya orang Cepu, Ba, Ye," ujarnya.

Terpisah, kepala sekolah SMPN 2 Sambong Dian Fatmayanti saat dikonfirmasi mengatakan, Ye masuk kepanitiaan proyek DAK 2022 di SMPN 2 Sambong ini karena suaminya orang sekitar sekolah dan pernah mengerjakan proyek disini.

"Ye tahun sebelumnya juga pernah mengerjakan gedung di sini. Kebetulan suami Ye juga orang sini," ujar Dian, Rabu (26/7/2022).

Perlu diketahui ada 3 titik penerima DAK tahun 2022 diantaranya SMPN 1 Sambong, SMPN 2 Sambong dan SMPN 3 Cepu. Di SMP Negeri 1 Sambong, DAK senilai 450 juta digunakan untuk membuat water closed (WC) sebanyak 3 titik. Masing masing titik akan dibangun 5 WC. Sedangkan di SMPN 2 Sambong, DAK senilai 300 juta digunakan untuk membuat 10 WC.

Dari ketiga lokasi tersebut Ye dan Ba di sebut-sebut masuk dalam panitia pembangunan.

Sementara itu Ye dan Ba saat diklarifikasi melalui aplikasi WhatsApp terkait keterlibatannya dalam kepanitiaan proyek DAK, tidak merespon. Pun kepala Dinas Pendidikan kabupaten Blora Ainuur Rofiq saat diklarifikasi melalui WhatsApp juga tidak dibalas.

(Pewarta: Fajar)

Berita Terkait