Kelenteng Sam Poo Kong
Klikwarta.com, Kota Semarang - Sam Poo Kong merupakan sebuah kelenteng yang digunakan sebagai tempat ibadah bagi masyarakat keturunan Tionghoa. Selain sebagai tempat ibadah, Sam Poo Kong yang merupakan simbol akulturasi budaya China dengan adat Jawa abad ke -14 ini juga merupakan tempat wisata yang ikonik. Jum'at (2/2)
Sam Poo Kong berada di daerah Simongan, Kota Semarang dan tidak jauh dari Jembatan Banjir Kanal Barat. Kelenteng ini dicat dengan warna merah yang megah dan dimahkotai dengan atap pagoda berlapis tiga, khas budaya Asia Timur.
Ada berbagai cerita terkait asal muasal kelenteng Sam Poo Kong.
Pondasi klenteng pertama kali dibangun oleh Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah Muslim dari Cina Daratan.
Setelah beberapa waktu, Cheng Ho meninggalkan Jawa, tetapi banyak krunya memutuskan untuk tetap tinggal dan menetap di daerah itu.
Mereka menikah dengan penduduk setempat, dan sampai sekarang, Simongan dihuni oleh keturunan Cina.
Kemudian pada 1704, kuil dan gua yang asli runtuh karena tanah longsor. Masyarakat setempat membangunnya kembali 20 tahun kemudian di lokasi yang berbeda, lebih dekat ke pusat kota. Itu berfungsi baik sebagai tempat ibadah, dan tempat suci menghormati Cheng Ho untuk jasanya kepada masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, kelenteng Sam Poo Kong sudah beberapa kali menjalani pemugaran. Revitalisasi besar-besaran dilakukan oleh Yayasan Sam Poo Kong pada Januari 2002.
Hingga pada tahun 2005 pemugaran Sam Poo Kong selesai, yang bersamaan dengan perayaan 600 tahun kedatangan Laksamana Cheng Ho di Pulau Jawa.
Di lokasi Kelenteng Sam Po Kong ini juga dapat dijumpai altar dan makam orang-orang kepercayaan Laksamana Zheng He yang sering pula dikunjungi pengunjung untuk berziarah.
Pemberian nama bangunan/gedung tersebut cukup unik mengingat pemberian nama didasarkan pada benda yang berasal dari kapal tersebut.
Bangunan-bangunan tersebut diantaranya :
1. Tempat Pemujaan Dewa Bumi
Disebut juga dengan nama Fu De Zheng Shen (Hok Tek Cheng Sin Hokkian).
2. Tempat Pemujaan Dewa Bumi
Dikenal sebagai Klenteng Thao Tee Kong merupakan tempat pemujaan untuk mengucapkan rasa terima kasih atau memohon berkah dan keselamatan hidup kepada Dewa yang menguasai Bumi.
3. Tempat Pemujaan Kyai Juru Mudi
Terdapat makam Juru Mudi kapal yang ditumpangi Laksamana Zheng He.
4. Tempat Pemujaan Sam Po Kong (Sam Po Tay Djien)
Tempat Pemujaan ini merupakan pusat seluruh kegiatan dalam komplek Gedung Batu.
5. Tempat Pemujaan Kyai Jangkar.
(Kontributor: Arif)








