Surabaya Unggul, KAI Logistik Perkuat Kinerja di Jawa Timur melalui Kemitraan dan Layanan Inovatif

Kamis, 26/06/2025 - 18:17
 KAI Logistik Perkuat Kinerja di Jawa Timur melalui Kemitraan dan Layanan Inovatif

KAI Logistik Perkuat Kinerja di Jawa Timur melalui Kemitraan dan Layanan Inovatif

Klikwarta.com, Surabaya - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), terus memperkuat peran strategis logistik dalam menyokong Kota Surabaya sebagai simpul utama di wilayah timur Jawa. Melalui pendekatan berbasis keingintahuan dan inovasi, KAI Logistik mendorong kontribusi nyata terhadap sektor industri, pengiriman kebutuhan ritel masyarakat dan UMKM, hingga pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), sekaligus menjadi moda strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait penerapan zero ODOL ( Over Dimension Over Load ).

Sebagai kota pelabuhan dan pusat perekonomian Jawa Timur, Surabaya memiliki posisi penting dalam ekosistem logistik nasional. KAI Logistik mencatatkan kinerja yang baik di wilayah operasional Jawa Timur hingga Mei 2025. Hingga Mei 2025, KAI Logistik Wilayah Timur telah mengelola lebih dari 756 ribu ton barang melalui berbagai lini bisnisnya, meliputi angkutan multi komoditas, pengelolaan terminal, dan angkutan ritel.
Wisesa Witaraga, Manajer Wilayah Timur KAI Logistik, menyampaikan, “Kontribusi terbesar berasal dari pengelolaan terminal melalui layanan KALOG Plus, yang mencapai 60% dari total kinerja wilayah atau setara 451 ribu ton. Disusul oleh angkutan multi komoditas sebesar 297 ribu ton dan layanan kurir sekitar 7 ribu ton. Selain meningkatkan efisiensi operasional, kami juga fokus pada pengembangan teknologi serta komunikasi strategis di tingkat wilayah.”

Sebagai bagian dari layanan inovasi, KAI Logistik juga memperkuat ekosistem rantai pasok yang berpendingin untuk mendukung pengiriman barang yang memerlukan suhu dingin seperti produk makanan segar, farmasi, hasil pertanian dan perikanan. Selain peningkatan aspek operasional, KAI logistik juga menghadirkan nilai tambah di antaranya melalui penerapan teknologi RFID untuk memaksimalkan pengelolaan rantai pasok, serta perolehan sertifikasi Halal untuk jasa pendistribusian di Terminal Kalimas Surabaya yang mendukung transportasi petikemas multikomoditas berstandar halal. Tak hanya itu, perluasan layanan angkutan Limbah B3 juga terus didorong dengan pengelolaan yang mengedepankan keamanan dan kepatuhan regulasi.

Selain mendukung distribusi industri besar, kehadiran KAI Logistik melalui layanan KALOG Express juga memainkan peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM, pendidikan, wisata serta pendukung kebutuhan masyarakat secara umum. “Untuk segmen angkutan kurir melalui layanan KALOG Express, hingga Mei 2025, kota-kota dengan transaksi tertinggi di wilayah Timur terdapat di Kota Surabaya, Malang, dan Sidoarjo.

Di antara ketiganya, Surabaya menjadi kontributor terbesar dengan menyumbang 39% dari total volume angkutan ritel, atau setara 2.865 ton.” Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pencapaian tersebut didominasi oleh pengiriman paket sebesar 2.763 ton atau sekitar 96,5%, disusul oleh pengiriman motor sebanyak 88 ton atau 3,1%. Sisanya berasal dari pengiriman barang lain seperti hewan peliharaan, sepeda, elektronik, dan tanaman.

“Destinasi tujuan pengiriman favorit dari Surabaya meliputi kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, yang menunjukkan peran strategis Surabaya sebagai simpul utama distribusi logistik di wilayah Timur,” ujar Wisesa.

Sebagai upaya memperluas jaringan KALOG Express, Perusahaan membuka peluang kemitraan logistik berbasis komunitas. Saat ini, KAI Logistik telah menjalin strategi kerja yang sama dengan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Jawa Timur sebagai mitra resmi dalam memperluas jangkauan titik layanan KALOG Express.

Hingga Mei 2025, kemitraan ini telah menghasilkan 41 titik layanan baru yang dikelola oleh jaringan binaan GP Ansor, menciptakan ekosistem distribusi yang lebih luas dan inklusif di berbagai wilayah.

“Ke depan, Kami terus membuka peluang kemitraan dengan komunitas maupun individu, termasuk UMKM dan pelaku usaha mikro, guna memperluas jaringan pengiriman ritel dan meningkatkan konektivitas logistik wilayah dan nasional,” tambah Wisesa.

Distribusi logistik berbasis KA tidak hanya berperan sebagai moda yang efisien namun juga memberikan dampak positif terhadap kualitas kehidupan di antaranya masyarakat dengan pengurangan emisi karbon yang berdampak pada kualitas udara yang lebih baik, meningkatkan keselamatan pengguna jalan hingga menekan kerusakan jalan akibat truk ODOL. Moda KA merupakan tulang punggung transformasi transportasi barang yang lebih aman dan berkelanjutan. (*) 

Berita Terkait