SD Negeri Majalengka Wetan IV Sukses Atasi Kendala, TKA Berlangsung Gembira

Selasa, 21/04/2026 - 22:02
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq bersama siswa

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq bersama siswa

Klikwarta.com, Kab. Majalengka – Antusiasme warga sekolah di Kabupaten Majalengka terlihat dalam melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI/Sederajat tahun 2026 yang berlangsung di SDN Majalengka Wetan IV, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Di sana, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq hadir bersama Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan dan Kepala Dinas Pendidikan Kab. Majalengka, Muhammad Umar Ma'ruf tidak hanya untuk memastikan TKA berjalan lancar, tetapi juga ingin berdialog dengan warga sekolah dan mendengar langsung perasaan mereka dalam menghadapi TKA. 

Suasana hangat nampak ketika Wamen Fajar menyapa murid kelas VI yang baru saja selesai mengikuti TKA. Dari percakapan ringan itu, muncul gambaran bagaimana murid merespons soal-soal yang mereka kerjakan. “Tadi ada yang menarik, menurut salah satu murid kita. Pertanyaan dalam soal TKA ini ada yang mengecoh, jawaban terlihat berbeda namun ketika diperhatikan ulang ternyata ketemu hasilnya. Artinya bahwa kita memang mendorong murid menggunakan kemampuan berpikir, dalam menjawab soal-soal TKA. Sehingga model pertanyaan TKA itu merangsang daya berpikir kritis. Tidak hanya mengandalkan kemampuan descriptive atau hafalan semata,” jelas Wamen Fajar di Majalengka, Jawa Barat (21/4).

Wamen Fajar mengatakan bahwa TKA merupakan sarana untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, literasi, dan numerasi. “Salah satu tujuan TKA adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak-anak yang ada di Indonesia termasuk anak-anak yang ada di Kabupaten Majalengka,” tambahnya.

Melalui hasil TKA, kata Fajar, sekolah bisa memetakan kemampuan murid Indonesia secara lebih utuh dan menjadikan hasil tersebut sebagai acuan dalam memperbaiki mutu pembelajaran. “Saya berbincang dengan para murid bagaimana mereka mengerjakan TKA. Meskipun bersifat tidak wajib, mereka mengetahui jika TKA menjadi sarana yang lebih dalam untuk memperbaiki tingkat kemampuan masing-masing. Selain itu, karena kita membutuhkan peta kemampuan murid secara lebih jelas,” ungkapnya saat menceritakan kembali hasil perbincangannya dengan para murid. 

“TKA itu bisa menjadi cermin, termasuk bagi kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran di sekolahnya masing-masing,” tambahnya. Fajar senang karena warga sekolah telah memahami manfaat mengikuti TKA. 

.

Pada kesempatan yang sama, Wamen Fajar juga berdialog dengan Kepala SD Negeri Majalengka Wetan IV, Ai Ratna Nurjati. Ratna menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA di sekolahnya berlangsung dengan penuh semangat meski dihadapkan pada beberapa tantangan. _“Alhamdulillah_ pelaksanaan TKA di sekolah kami berjalan lancar. Memang sempat ada kendala listrik padam sesaat sehingga pelaksanaan sempat tertunda, tetapi setelah itu kegiatan dapat kembali berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterbatasan perangkat membuat pelaksanaan TKA di sekolahnya terbagi ke dalam beberapa sesi. Namun hal tersebut tidak mengurangi antusiasme murid dalam mengikuti ujian. “Karena keterbatasan perangkat, pelaksanaan dibagi menjadi beberapa gelombang dan sesi. Ini tentu menjadi catatan untuk perbaikan ke depan agar pelaksanaan bisa lebih efisien. Namun anak-anak tidak merasa terbebani dengan adanya TKA. Kami melihat sebagai sarana untuk mengukur kemampuan pembelajaran di Sekolah. Memang ada beberapa yang merasa kesulitan, terutama karena waktu yang terbatas, tetapi secara umum mereka tetap antusias,” lanjutnya.

Dukungan juga datang dari para guru dan orang tua yang turut berperan dalam menyukseskan pelaksanaan TKA. Guru memberikan pendampingan tambahan, sementara orang tua aktif berkoordinasi dengan sekolah. “Guru-guru kami sangat mendukung, bahkan setelah jam sekolah, mereka tetap membimbing murid hingga sore hari. Ini menjadi bentuk komitmen kami dalam mempersiapkan anak-anak menghadapi TKA. Kemudian, kami juga mengadakan pertemuan dengan orang tua dan seluruhnya sangat memberikan dukungan sehingga mereka memahami bahwa TKA memang tidak wajib, tetapi penting untuk membantu mengukur kemampuan anaknya masing-masing,” pungkas Ai Ratna.

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait