Jelang Musim Penghujan, Pemkot Blitar Mulai Gencarkan PSN Terintegrasi

Rabu, 12/08/2020 - 11:54
Walikota Santoso Membuka Sosialisasi Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk Terintegrasi (foto: Faisal NR / Klikwarta.com)

Walikota Santoso Membuka Sosialisasi Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk Terintegrasi (foto: Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com | Kota Blitar - Antisipasi timbulnya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) menjelang musim penghujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mulai gencarkan aksi Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Terintegrasi.

Ini ditegaskan Walikota Blitar Santoso seusai membuka Sosialisasi Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Terintegrasi di Balaikota Koesomo Wicitra, Rabu (12/08/2020).

Dikatakan dia, gerakan PSN ini bisa dilakukan melalui 3 M Plus. 3 M Plus itu, menguras genangan-genangan air yang jarang terjamah aktivitas, mengubur bahan-bahan bekas yang berpotensi menimbulkan jentik nyamuk, dan mendaur ulang sampah menjadi bahan fungsi. 

"Karena ini sudah memasuki musim penghujan, nyamuk demam berdarah itu tidak kalah pentingnya. Karena itu begitu ganasnya ketika kita lengah mengatasinya. Kita juga terus waspada, bagaimana menguras mengubur dan mendaur ulang dari sampah-sampah itu tidak menjadi sarang nyamuk demam berdarah," kata Walikota Santoso kepada Wartawan.

Pemkot Blitar, kata dia, bakal melibatkan Tim Penggerak PKK di kecamatan dan setiap kelurahan untuk mempelopori secara masif aksi gerakan PSN Terintegrasi di lingkungan masyarakat. Para Jumantik (Juru Pemantau Jentik) yang bertugas di setiap lingkungan rumah, sambung dia, diharapkan bisa membantu Tim Penggerak PKK untuk gerakan PSN Terintegrasi.

"Peran Ibu-ibu PKK dan kader-kader Jumantik ini bisa melakukan tugasnya dengan baik sehingga tidak sampai membawa korban. Karena dulu sebelum Korona yang paling bahaya itu demam berdarah, terlebih kalau memasuki penghujan. Oleh karena itu keselamatan keluarga menjadi sangat penting," tukasnya.

Ratusan pengurus Tim Penggerak di kota Blitar, diakuinya akan menjadi salah satu tonggak terdepan upaya pencegahan dan penanggulangan wabah DBD. Ia berharap, kontribusi seluruh masyarakat kota Blitar untuk itu juga harus terjadi, supaya angka kasus DBD di kota Blitar mampu diminimalisir. 

(Pewarta : Faisal NR / Adv)

Berita Terkait