Pimpin Upacara Peringatan Harla 2026, Wawali Randito Maringka Bacakan Amanat Kepala BPIP RI

Selasa, 02/06/2026 - 18:57
Pimpin Upacara Peringatan Harla 2026, Wawali Randito Maringka Bacakan Amanat Kepala BPIP RI

Pimpin Upacara Peringatan Harla 2026, Wawali Randito Maringka Bacakan Amanat Kepala BPIP RI

Klikwarta.com, Bitung - Pemerintah Kota Bitung menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila (Harla) yang dilaksanakan dilapangan upacara Pemkot Bitung, Senin (1/6/2026).

Dalam kesempatan ini, Wakil Walikota Bitung, Randito Maringka bertindak sebagai pemimpin upacara mewakili Walikota Bitung Hengky Honandar yang sedang mengikuti kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) VI Apeksi Komisariat wilayah VI Tahun 2026 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Pada momen peringatan Hari Lahir Pancasila ini, Wakil Walikota, Randito Maringka membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI yang dimana menegaskan Pancasila merupakan dasar negara sekaligus ideologi pemersatu bangsa dalam menghadapi tantangan global.

"Hari ini kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia," ujar kepala BPIP RI dalam Amanatnya yang bacakan oleh Wawali Randito Maringka.

Dalam amanatnya juga, Kepala BPIP RI menegaskan bahwa Pancasila merupakan "bintang penuntun" yang telah terbukti mampu menjaga Indonesia tetap kokoh di tengah berbagai tantangan global. Dengan keberagaman lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnis, Indonesia menjadi contoh nyata bagaimana perbedaan dapat dipersatukan dalam satu ikatan kebangsaan yang kuat.

Di tengah dinamika geopolitik dunia dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, Pancasila disebut sebagai jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai bentuk ketidakpastian dan ancaman fragmentasi sosial.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan Indonesia  bukan sekadar penonton dalam percaturan global. Berlandaskan amanat Pembukaan UUD 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

"Kontribusi Indonesia melalui pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang tertindas disebut sebagai implementasi nyata nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,"ujarnya lebih lanjut.

Selain itu, Kepala BPIP RI juga menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam keseharian masyarakat. Generasi muda diajak menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.

Lebih lanjut,  Kepala BPIP dalam amanatnya yang dibacakan oleh Randito Maringka mengingatkan Pemerintah pusat dan daerah agar setiap kebijakan publik yang dihasilkan selalu berlandaskan keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, serta tidak membiarkan ada kelompok yang merasa tertinggal dalam pembangunan.

"Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,"imbuhnya.

Adapun tema peringatan hari lahir Pancasila tahun itu yaitu "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Tema ini menjadi pengingat penting bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Upacara yang berlangsung tertib dan penuh khidmat tersebut sebagai wujud komitmen bersama seluruh elemen masyarakat Kota Bitung untuk terus menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai Pancasila, serta berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berkeadilan, dan berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.

Sehingga, Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa Indonesia terletak pada persatuan dalam keberagaman, serta komitmen bersama untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam setiap langkah pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Hadir dalam upacara tersebut, Asops Guskamla Armada II, Kolonel Laut (P) Dwi Herdian Saputra, M.Tr.Opsla, Dandim 1310/Bitung, Letkol Inf Dewa Made DJ, Pasi Ops Sathantai Kodaeral VIII Bitung, Kapten Marinir Sunaryo, Komandan KKR Kakap-811,Mayor Laut (P) Haruman Aru Afrizal, S.S.T.Han, Dansecata Rindam XIII/Merdeka Bitung diwaklil oleh Lettu Inf Muh. Risky H, Kapolsek Maesa, AKP Tuege D. Darus, S.Sos, Para Asisten Pemkot Bitung, kepala SKPD dan para camat dan lurah se-kota Bitung serta para tamu undangan. (**) 

Berita Terkait