Puan Ajak Semua Pihak Junjung Etika di Pemilu 2024

Senin, 22/01/2024 - 11:04
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani saat menghadiri Doa Keselamatan Bangsa di Pasuruan, Jawa Timur, jelang Pemilu 2024.

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani saat menghadiri Doa Keselamatan Bangsa di Pasuruan, Jawa Timur, jelang Pemilu 2024.

*Doa Keselamatan Bangsa di Pasuruan

Klikwarta.com, Pasuruan - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani menghadiri Doa Keselamatan Bangsa di Pasuruan, Jawa Timur, jelang Pemilu 2024. Ketua DPR RI ini pun mengajak semua pihak untuk menjunjung tinggi etika dalam pelaksanaan pesta demokrasi rakyat itu.

Puan hadir dalam Shalawat dan Doa untuk Keselamatan Bangsa yang digelar di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Bayt Al Hikmah, Pasuruan, pimpinan Kiai Idris Hamid, Minggu (21/1/2024) malam. Sebelum ke lokasi acara, Puan disambut di rumah Gus Mufti Anam dan berbincang dengan keluarga anggota DPR RI itu.

Saat tiba di Kompleks Ponpes Bayt Al Hikmah, Puan disambut oleh ratusan santriwati. Ada 2 ribuan jemaah yang hadir di acara ini. 

Selain santri Bayt Al Hikmah, Shalawat dan Doa untuk Keselamatan Bangsa di Pasuruan tersebut juga dihadiri oleh jemaah dari Suban Lover pimpinan Kiai Gus Hafidzul Hakim Noor, dan jamiah Subanul Muslimin pimpinan Kiai Gus Hafidzul Hakim Noor, serta masyarakat umum.

puan

Acara dimulai dengan lantunan shalawat, dzikir dan doa bersama agar bangsa Indonesia diberikan perlindungan, keselamatan dan keberkahan. Khususnya dalam menghadapi tahun-tahun politik pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2024.
 
“Kita ada di sini untuk berdoa bersama agar diberi keberkahan, keselamatan menjelang Pemilu yang tinggal 23 hari lagi. Pada tanggal 14 Februari 2024, rakyat akan memberikan mandatnya, menitipkan harapannya, menyerahkan aspirasinya untuk Indonesia yang lebih baik,” kata Puan.

“Di dalam setiap suara rakyat ada doa mereka agar kehidupan menjadi lebih baik dan diperjuangkan oleh para anggota Dewan serta Presiden dan Wakil Presiden terpilih nantinya. Mandat rakyat adalah doa bagi bangsa dan negara,” lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan pun mengimbau kepada masyarakat dan semua pihak yang terlibat dalam Pemilu 2024 untuk terus mengedepankan persatuan dan kesatuan meski berbeda pilihan. Ia berharap Pemilu dapat berjalan damai, baik di tingkat elite maupun grassroot.
 
“Saya mengajak kepada semua pihak untuk mengikuti dan melaksanakan pemilu serentak tahun 2024 ini dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi etika dan hukum serta senantiasa menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan bangsa,” tutur Puan.

Ditambahkannya, masyarakat ingin agar Indonesia terus dilimpahi keberkahan dan kedamaian meski sedang berada dalam kontestasi memilih pimpinan negara. Puan mengajak seluruh elemen bangsa tetap bergandengan tangan. 

“Pemilu hanya sesaat tapi Indonesia harus tetap kita jaga,” pesannya.

Puan juga meminta semua pihak untuk menggunakan cara bermartabat saat memperjuangkan pilihannya di Pemilu 2024. Ia lalu menyinggung soal munculnya banyak hoax atau berita bohong, termasuk yang ditujukan untuk PDIP.

“Bener nggak kalau PDI Perjuangan menang lagi lantas pesantren akan ditutup? Tidak benar, itu hoax,” tegas Puan.

Mantan Menko PMK itu pun mengingatkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan presiden yang dicalonkan PDIP. Puan menyebut, tak pernah ada larangan bagi Pesantren selama Jokowi memimpin Indonesia.

“Presiden Jokowi itu presiden yang dicalonkan PDI Perjuangan, dulu. Sampai sekarang pesantren nggak ditutup kan? Orang shalawatan tetap kan? tidak dilarang,” tukasnya.

“Insyaallah kalau nanti PDIP kembali bisa punya presiden dan wakil presiden, pengajian dan Pesantren ya tetap diperbolehkan,” imbuh Puan.

Puan juga menyatakan, PDIP terus mendukung kemajuan Pesantren dan kesejahteraan ulama maupun para santri. 

“Kami Fraksi PDIP mengawal dan menyetujui dana abadi Pesantren di tahun 2019. Itu saat Ketua DPR-nya saya. Saya ikut tandatangan, saya minta Fraksi PDIP mengawal dana pesantren itu untuk mendidik dan bermanfaat bagi anak-anak pesantren,” papar Puan.

“Jadi nggak benar kalau dana abadi itu hanya milik satu calon presiden,” tambah cucu Bung Karno tersebut.

Puan berharap, para tokoh dan pimpinan tetap memberikan teladan kepada rakyat untuk terus menjaga persaudaraan meski dinamika politik memanas jelang pelaksanaan Pemilu 2024. Masyarakat juga diajak untuk tidak gampang percaya terhadap informasi yang menyesatkan.

“Jangan percaya hoax. Pemilu itu hanya 5 tahun sekali. Jangan terpecah belah, jangan sebar hoax,” imbau Puan.

“Jelang pemilu ini harus adem, ayem, damai. Tunjukan pilihannya, untuk cari pemimpin yang amanah, peduli dengan umatnya. Pemimpin yang merangkul seluruh lapisan masyarakat,” lanjutnya.

Puan juga mengingatkan, pesta demokrasi ditujukan untuk mencari pemimpin terbaik yang dapat membawa Indonesia lebih maju. Oleh karenanya dibutuhkan gotong royong untuk memastikan pelaksanaan Pemilu 2024 dapat berjalan dengan lancar dan kondusif.

“Dengan bergotongroyong mari kita menangkan rakyat di Pemilu 2024,” tutup Puan.

Kontributor: Arif

Berita Terkait