Deklarator Relawan Gerakan Rakyat Untuk Daerah Kota Surakarta (Garuda) BRM Kusumo Putro.
Klikwarta.com, Solo - Deklarator Relawan Gerakan Rakyat Untuk Daerah Kota Surakarta (Garuda) yang merupakan pendukung pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa, menolak hasil survey sebuah kelompok yang menyebut melejitnya nama putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon kuat Walikota Solo melampaui kandidat Calon Walikota yang diusung DPC PDIP Solo Achmad Purnomo.
Ditengah upaya Pemkot Solo mengajak masyarakat agar bersama - sama mencegah persebaran wabah Corona virus disease 2019 atau Covid-19, Inisiator sekaligus Deklarator Relawan Garuda, BRM Kusumo Putro bahkan menilai hasil survey Pilwakot Solo yang dilakukan oleh sebuah kelompok itu hanyalah sekedar lelucon atau hiburan semata, karena menurutnya jauh dari realita.
"Ya kalau sekedar lucu - lucuan bolehlah. Kami rasa, semua juga sudah tahu kemana arah dari hasil survey itu," kata BRM Kusumo Putro yang juga tokoh pemuda di Kota Solo, kepada wartawan saat menggelar jumpa pers di kawasan Jalan Dr Wahidin No.53 Penumping, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, pada Selasa (30/06/2020).
Tokoh pemuda yang juga Deklarator Relawan Jokowi - Amin Daulat Indonesia (JADI) pada Pilpres lalu itu pun menganggap bahwa hasil survey tersebut, tidak mencerminkan kondisi riil. Setelah membaca sejumlah pemberitaan di beberapa media, menurutnya, sedikitnya ada dua hal yang membuat survey itu dinilai kurang akurat.
"Pertama, kami menilai survey itu tidak sepenuhnya merepresentasikan mayoritas warga Solo. Meski disebut respondennya dari DPT, tapi kenapa dari 5 kecamatan, kok hanya 4 kecamatan yang disurvey," sebutnya.
Lima kecamatan dimaksud yakni Laweyan, Banjarsari, Pasar Kliwon, Serengan, dan Jebres. Namun dalam survey, sambung Kusumo, tidak ada responden dari wilayah Kecamatan Jebres.
"Selain itu, dari simulasi yang dilakukan, terkesan sangat memaksakan menggiring opini publik kepada salah satu calon. Semestinya kalau fair maka juga memasukkan Purnomo sebagai Calon Walikota Solo. Tinggal nanti dilihat siapa yang elektabilitasnya tinggi antara dua kandidat Calon Walikota yang dipilih oleh rakyat Solo," ujarnya.
Dalam pandangan Kusumo, survey yang dia sebut dilakukan bekerjasama dengan salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Solo dan dikoordinatori seorang dosen pasca sarjana ini, seperti sengaja ingin mendikte parpol dengan cara memanfaatkan media.
"Kami hanya berharap kepada masyarakat agar jangan mudah terkecoh dengan yang namanya survey. Selain itu, parpol juga jangan lantas terlena dengan bungkus manis survey," kata Kusumo.
Terkait mundurnya Purnomo beberapa waktu yg lalu, Kusumo menyampaikan, bahwa hal itu sebagai wujud empati terhadap wabah Covid-19 yang sampai saat ini belum mereda. Menurutnya, Purnomo secara hati nurani menunjukkan sikap sejati sebagai seorang pemimpin yang sangat peduli kepada kesehatan dan keselamatan rakyat.
"Dan secara organisasi, Purnomo juga mengatakan bahwa akan selalu tunduk dan patuh terhadap keputusan DPP PDI Perjuangan. Jadi terkait hal ini jangan ada pihak - pihak yang justru berbalik menuding Purnomo mempermainkan partai, tapi justru mereka sendiri yang mendikte dan menggiring partai supaya memberikan rekomendasi kepada kader baru yang belum jelas kemampuannya dalam memimpin rakyat Solo," ungkapnya.
Adanya survey sampai tiga kali yang kemudian disusul pernyataan sikap dari kelompok pendukung calon yang belum jelas kemampuannya dalam memimpin rakyat Solo, lanjut Kusumo, membuktikan bahwa saat ini sedang berlangsung penggiringan opini publik masyarakat Kota Solo agar rekomendasi DPP PDI Perjuangan tidak jatuh kepada pasangan Purnomo - Teguh.
"Saya sebagai simpatisan dan inisiator pendiri Relawan Garuda yang di dalamnya terdapat 52 element kelompok masyarakat pendukung Purnomo - Teguh sebagai Walikota dan Wakil Walikota Surakarta di Pilkada tahun 2020 yang akan datang, berharap kepada pihak - pihak tertentu yg tidak senang dengan Purnomo - Teguh jangan kerap memutar balikkan fakta akan kondisi riil di lapangan yang ada di Kota Solo," tandasnya.
Lebih lanjut, BRM Kusumo Putro menyampaikan bahwa FX Hadi Rudyatmo lebih dari 20 tahun telah memimpin DPC PDI Perjuangan Kota Solo dan selama 43 tahun telah mengabdi untuk membesarkan partai dari tingkat bawah hingga DPC PDI Perjuangan Kota Solo telah 5 kali secara berturut - turut memiliki calon yang selalu menang dan terpilih dalam Pilkada kota Solo.
"Ini membuktikan bahwa calon yang dipilih dan dijagokan oleh DPC PDI Perjuangan Kota Solo untuk maju dalam Pilkada selama ini melalui penggodogan yang matang dan mekanisme partai yang benar selalu tepat dan akurat memilih calonnya untuk maju dalam setiap Pilkada selama ini," lanjutnya.
Selain itu, dengan terpilihnya calon dari DPC PDI Perjuangan Kota Solo yang secara marathon terpilih 5 kali berturut - turut dalam Pilkada Kota Solo, menurut Kusumo, juga membuktikan bahwa pemimpin yang dilahirkan dari DPC PDI Perjuangan Kota Solo sangat dicintai oleh rakyat.
"Pada Pilkada tahun 2020 ini kembali DPC PDI Perjuangan Kota Solo telah menetapkan calonnya untuk maju dalam Pilkada yg akan digelar sebentar lagi, dimana pilihannya jatuh kepada Ahmad Purnomo yang berpasangan dengan Teguh Prakosa sebagai Walikota dan Wakil Walikota yang berharap akan mendapatkan rekomendasi dan kepercayaan dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk maju dalam Pilkada yg akan datang, serta Kembali memenangkan Pilkada 2020 dan memimpin rakyat Kota Solo, melanjutkan kepemimpinan Walikota sebelumnya," pungkas Kusumo.
(Pewarta : Kacuk Legowo)








