Bocah Tenggelam di Bengawan Solo Belum Ditemukan, Tim SAR Intensifkan Pencarian

Kamis, 13/08/2020 - 17:45
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap bocah tenggelam di sungai Bengawan Solo.
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap bocah tenggelam di sungai Bengawan Solo.

Klikwarta.com, Solo - Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap jasad Julian Tri Utomo, bocah berusia 11 tahun, warga Kampung Sewu RT 02 RW 09, Jebres, Kota Solo yang tenggelam di sungai Bengawan Solo, pada Rabu (12/08/2020) siang.

Kondisi debit air yang meningkat menyusul hujan lebat yang turun serta derasnya arus sungai, menjadi salah satu kendala. Sehingga, Tim SAR beserta ratusan relawan pun harus mengintensifkan pencarian.

Koordinator Pos SAR Surakarta, Arief Sugiyarto mengatakan hingga saat ini personel SAR di sejumlah wilayah pun juga masih bersiaga dan berupaya menemukan jasad bocah tersebut.

"Ada beberapa kemungkinan keberadaan bocah tersebut. Jika ada pusaran atau palung korban berada di sekitar lokasi jatuh. Namun, melihat kondisi arus yang cukup deras korban bisa juga tenggelam terbawa arus. Kami terus optimalkan pencarian hari ini," ungkap Arief Sugiyarto kepada wartawan.

Hingga saat ini, jelas Koordinator SAR Surakarta itu, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan SAR di wilayah lain seperti di Karanganyar, Sragen hingga wilayah Bojonegoro, Jawa Timur yang kini masih melakukan pemantauan di aliran sungai Bengawan Solo.

Adapun terkait kronologi peristiwa itu, Kepala Basarnas Semarang Nur Yahya, melaui siaran pers, pada Rabu (12/08/2020) sore menyampaikan, bocah berusia 11 tahun itu dilaporkan tenggelam sekira pukul 14.00 WIB, di Sungai Bengawan Solo yang berjarak tak jauh dari rumahnya.

Saat itu, korban bersama kedua rekannya sedang bermain air di tepi sungai. Korban bersama salah satu rekannya pun memutuskan untuk berenang. Rekan korban dapat terselamatkan, namun nahas, korban terseret arus sebelum dikabarkan tenggelam dan hilang.

“Siang sekitar pukul 14.00 WIB, korban ke sungai Bengawan Solo tidak jauh dari rumahnya untuk main air bersama dua rekannya. Korban bersama salah seorang rekan berenang di tepian sungai, dan yang satu memutuskan untuk tidak ikut berenang,” terang Kepala Basarnas Semarang, Nur Yahya.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Related News

Loading...
loading...