Endro Hermono bersama KKP Gelar Sosialisasi Gemarikan di Kota Blitar, Berharap Konsumsi Ikan Meningkat

Sabtu, 22/05/2021 - 13:41
Endro Hermono Sampaikan Sambutan di Acara Sosialisasi Gemarikan di Kota Blitar (foto : Faisal NR / Klikwarta.com Blitar)

Endro Hermono Sampaikan Sambutan di Acara Sosialisasi Gemarikan di Kota Blitar (foto : Faisal NR / Klikwarta.com Blitar)

Klikwarta.com Blitar - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) fraksi partai Gerindra daerah pemilihan (dapil) 6 Jawa Timur, Endro Hermono, bersama Kepala Balai Besar Pengujian dan Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Widya Rustanto kembali mengadakan sosialisasi gerakan memasyarakatkan makan ikan (gemarikan) di kota Blitar, Sabtu (22/5/2021), di salah rumah makan. 

Turut hadir pada acara ini Walikota Blitar Santoso didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Rodiyah, beserta pejabat pemkot Blitar lainnya. Pantauan di lokasi, ada 50 peserta sosialisasi yang mengikuti kegiatan ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan penanggulangan Covid-19 dalam menjalankan acara sosialisasi itu. 

Dihubungi awak media seusai acara, Endro menginginkan setelah dilakukan sosialisasi gemarikan ini masyarakat menjadi lebih peduli dan memperhatikan akan kebutuhan konsumsi ikan bagi tubuh. Sebab, dengan menjaga pola makan ikan yang teratur, dipastikan kondisi tubuh semakin sehat dibarengi dengan tingginya daya kecerdasan otak. 

"Pastinya harapannya konsumsi ikan menjadi meningkat. Sehingga kesehatan, kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat juga demikian," tukas mantan Wakil Walikota Blitar ini.

Diuraikannya, demi meningkatkan konsumsi ikan nasional, pihaknya mendukung program prioritas percepatan penurunan stunting dan pemenuhan gizi masyarakat dan mempromosikan produk perikanan lokal kepada masyarakat luas dalam rangka mengenalkan potensi sumber daya kelautan dan perikanan lokal, serta untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat melalui penyerapan ikan dan produk olahan dari UMKM.

"Untuk itu, saya mengajak mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan peran dan partisipasinya dalam rangka peningkatan konsumsi ikan masyarakat," imbuhnya.

Berdasarkan pengamatannya, rendahnya konsumsi ikan bisa menjadi salah satu faktor cukup tingginya prevalensi stunting di Jawa Timur. Berdasarkan dari data Dinkes Jatim tahun 2019 kasus stunting dan gizi buruk mencapai 27,67%. Angka itu menurun 3,1 persen dari tahun 2018 sebesar 30,8 persen.

"Itu artinya, satu dari tiga balita mengalami perawakan pendek akibat kekurangan gizi kronis. Walaupun pada tahun 2019 stunting menurun menjadi 27,67%, namun masih diatas batas toleransi yang ditetapkan WHO yaitu 20%," terangnya.

Dengan begitu, lanjut dia, ikan sangat relevan untuk mendukung program perbaikan gizi masyarakat dan penanganan stunting, mengingat ikan sebagai sumber protein yang memiliki beragam keunggulan dibanding produk hewani.*

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait