Sekda Kabupaten Blitar Izul Marom (dua dari kanan) Serahkan Cinderamata ke Direktur Wilayah IV BKPM Yos Harmen.
Klikwarta.com, Blitar - Kementerian Investasi / Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar intensif berkolaborasi dalam hal peningkatan upaya membangun investasi yang semakin optimal.
Direktur Wilayah IV Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Yos Harmen mengatakan tiga tahun terakhir ini iklim investasi Kabupaten Blitar belum muncul tren yang cukup signifikan. BKPM, kata Yos, tentu melihat kondisi yang semakin stagnan ini tidak boleh berlarut-larut.
"Sekarang BKPM sangat perhatian dengan hal-hal bersifat fasilitasi, bagaimana kita diskusi meningkatkan peran pemda. Jadi kolaborasi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat harus bersama-sama. Intinya kita mencoba meningkatkan peran pemda dalam membina dan menjaga, mengawal investasi yang sudah ada di Blitar," ujarnya kepada awak media seusai bertemu dengan Sekda Kabupaten Blitar Izul Marom di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Kamis (4/11/2021).
Untuk meningkatkan investasi, sambung dia, upaya kongkret yang perlu dilakukan seperti minimal menjaga investasi yang sudah berjalan. Kemudian pemerintah daerah bisa membawa isu lokal seperti pada sektor lingkungan dimana pengurusan AMDAL yang saat ini berada di ranah pemerintah pusat, ini bisa dibangun kolaborasi yang dikembangkan.
Yos juga tidak menampik kalau di Kabupaten Blitar masih ada persoalan yang menghambat aktivitas investasi dan belum ada penyelesaian yang tuntas. Bahkan, investasi yang masuk di Kabupaten Blitar nampak belum dikelola dengan baik.
"Makanya ini kita bantu, jadi sekarang kami bersama-sama menyelesaikan ini. Kalau ada masalah kita selesaikan, memang kita buktikan kalau terbukti kita berikan sanksi administrasi sampai ke yang lebih tinggi seperti penghentian kegiatan, ini bisa dilakukan," tegasnya.
Sekda Kabupaten Blitar Izul Marom menambahkan, Kabupaten Blitar tetap berprinsip bahwa membangun investasi harus mendukung kepada kemanfaatan besar bagi Kabupaten Blitar. Investasi bagi Kabupaten Blitar memang perlu, tetapi memilih investor yang memberikan kontribusi kepada lokal adalah keharusan.
"Investor itu yang ramah ya. Pertama ramah lingkungan, kemudian juga berkontribusi terhadap pembangunan daerah, lalu kalau tenaga kerja ya juga memakai tenaga kerja lokal dan tentunya dia memberikan pendapatan kepada daerah sehingga tidak hanya berinvestasi saja," kata Izul.
Sementara ini bupati maupun wakil bupati cukup getol membangun jaringan investasi agar tercipta perluasan iklim investasi di Kabupaten Blitar.
"Kita berharap ada kontribusi bagi Kabupaten Blitar dari investor ya," ucap mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Blitar ini.
(Pewarta : Faisal NR)








